PRESS RELEASE AKHIR TAHUN 2017 BNNP BENGKULU

Parent Category: ROOT Category: artikel 2017 Created: Thursday, 28 December 2017 Last Updated: Friday, 29 December 2017 Published: Thursday, 28 December 2017 Written by dankdoom


“PROGRAM P4GN DI BNNP BENGKULU”
Bengkulu, 20 Desember 2017
 
Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang mengancam dunia terutama Indonesia dan bisa digunakan sebagai salah satu senjata dalam proxy war untuk melumpuhkan kekuatan bangsa.Oleh karena itu, kejahatan ini harus diberantas dan ditangani secara komprehensif. Sebagai negara yang menjadi salah satu sasaran terbesar dalam peredaran narkotika yang dikendalikan oleh jaringan nasional dan  internasional, Indonesia telah mengambil langkah tegas dalam menghadapi bentuk perang modern ini.

Di awal pemerintahannya, Presiden Joko Widodo menyatakan kepada seluruh bangsa Indonesia, bahwa Indonesia berada dalam situasi darurat Narkoba dan menyerukan PERANG BESAR terhadap segala bentuk kejahatan narkotika. Merespon hal tersebut, Badan Narkotika Nasional melalui BNN Provinsi Bengkulu, sebagai lembaga negara yang bertugas melaksanakan pemerintahan di bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di tingkat provinsi telah melaksanakan berbagai upaya  untuk lebih agresif dalam menangani permasalahan narkotika di Provinsi Bengkulu  strategi demand reduction, yaitu dengan tindakan preventif guna memberikan kekebalan kepada masyarakat agar mereka imun terhadap penyalahgunaan narkotika, dan strategi supply reduction, melalui penegakan hukum yang tegas dan terukur agar sindikat narkotika jera.
 
HUKUMAN TEGAS & TERUKUR SEBAGAI EFEK JERA

Guna mendukung upaya penegakan hukum yang lebih baik dalam memerangi narkotika, BNNP Bengkulu dengan tegas menindak pengedar dan bandar serta mempersenjatai diri dengan senjata yang lebih modern dan meningkatkan kompetensi para petugas khususnya Bidang Pemberantasan. BNNP Bengkulu juga melakukan komunikasi efektif dengan berbagai instansi terkait, diantaranya dengan dipindahkannnya 2 (dua) orang Napi Narkotika (Kermin Siin dan M. Husin als Pakcik) oknum Napi Lapas Bentiring ke Lapas  Nusakambangan yang mengendalikan peredaran Narkotika dari dalam penjara. Dengan penguatan yang telah dilakukan, pada periode 2017 ini, BNNP telah mengungkap 26 berkas perkara dan mengamankan 29 tersangka, sedangkan 3 orang tersangka direkomendasikan untuk menjalani rehabilitasi Sedangkan barang bukti narkotika yang disita BNN pada periode tersebut adalah berupa :
 
GANJA 1,5 Kg
SHABU 3,8 Kg
EKSTASI 504 BUTIR
 
Sedangkan berdasarkan jenis kelamin dan pekerjaan dapat digolongkan menjadi :
No JENIS PEKERJAAN JUMLAH
1    PNS                      3 Orang
2    POLRI                   3 Orang
3    SWASTA              23 Orang
     JUMLAH                29 Orang
 
NO JENIS KELAMIN    JUMLAH
1.   LAKI LAKI            29 Orang
2.   PEREMPUAN           -
     JUMLAH               29 Orang

Meskipun pemberantasan terhadap peredaran gelap narkotika kian gencar dilakukan, nyatanya sindikat narkotika tetap berusaha mencari celah menyusupi negara ini dengan narkotika melalui jenis dan bentuk baru untuk menghindari jerat hukum.
 
Adapun modus operandi yang digunakan oleh para pengedar yang masuk ke wilayah Provinsi Bengkulu meliputi :

1. Menggunakan kurir;
2. Melalui jasa pengiriman;
3. Memasukkan Narkotika ke dalam tubuh (Swallow).

Sebagai lembaga negara yang bertanggung jawab dalam penanganan permasalahan narkotika, BNN terus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman narkotika jenis baru atau NPS (New Psychoactive Substances) tersebut dan sampai dengan akhir tahun 2017, BNN telah mengidentifikasi 60 NPS sudah masuk dalam lampiran Permenkes No. 41 Tahun 2017, sedangkan 8 lainnya masih dalam tahap pembahasan dan akan segera masuk dalam lampiran Permenkes sehingga memiliki ketegasan hukum.
 
MENCEGAH LEBIH BAIK DARIPADA MENGOBATI
 
Sebagai upaya untuk melindungi generasi bangsa dari kejahatan narkotika, pada tahun ini BNNP Bengkulu semakin aktif melakukan langkah-langkah preventif yang bertujuan memberikan kekebalan sehingga meningkatnya imunitas masyarakat dari penyalahgunaan narkotika. Langkah ini diambil sebagai solusi yang paling tepat untuk mematikan pangsa pasar narkotika di Indonesia, sehingga Indonesia khususnya Provinsi Bengkulu tidak lagi menjadi lahan yang subur bagi sindikat narkotika. Pada tahun 2017, BNNP Bengkulu telah melakukan kegiatan pencegahan berupa advokasi dan diseminasi informasi sebanyak 88 Kegiatan yang melibatkan 498.848 Orang dari dari berbagai kalangan, baik kelompok masyarakat, pekerja, maupun pelajar.
 
Tercatat sebanyak 6 (enam) instansi pemerintah dan swasta, serta 12 kelompok masyarakat dan lingkungan pendidikan, yang didorong BNN untuk peduli terhadap permasalahan narkotika, hingga akhirnya memiliki kebijakan pembangunan berwawasan Anti Narkoba di lingkungannya masing-masing.Pada tahun ini juga telah terbentuk 100 Orang relawan P4GN dan Penggiat Anti Narkoba yang siap sedia membantu BNNP Bengkulu dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih dari penyalahgunaan narkotika.

Dalam upaya mengoptimalkan pencegahan bahaya narkotika, BNNP Bengkulu  senantiasa berinovasi dalam mengemas pesan STOP Narkoba, salah satunya melalui KIE (Komunikasi Informasi Edukasi ) keliling dengan menggunakan mobil sosialisasi P4GN guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
 
GALI POTENSI DIRI MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Tak dapat dipungkiri bahwa suburnya pangsa pasar narkotika menjadi alasan bagi beberapa orang untuk menjadikan narkotika sebagai ladang bisnis.Bahkan bagi beberapa daerah yang dikenal rawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, bisnis kejahatan ini bersifat turun temurun. Untuk mengatasi hal tersebut, maka BNNP Bengkulu melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat berupa  pelatihan keterampilan dan peningkatan kemampuan kelompok masyarakat  yang bertujuan untuk menggali potensi diri masyarakat, khususnya yang berada di daerah rawan narkotika, untuk melahirkan individu mandiri yang memiliki etos kerja yang baik sehingga tidak lagi menjadikan narkotika sebagai pilihan bisnis untuk melanjutkan kehidupan.

Pada tahun 2017, BNNP Bengkulu telah melakukan 92  kegiatan pemberdayaan masyarakat yang melibatkan 345 orang dan 55 instansi. Kegiatan ini telah mampu meningkatkan potensi diri masyarakat daerah rawan narkotika sehingga lebih produktif dan kreatif dalam menciptakan peluang bisnisyang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus mampu mengubah daerah rawan narkotika menjadi daerah yang kondusif dan layak huni. Sebagai upaya deteksi dini penyalahgunaan narkotika, BNNP Bengkulu memfasilitasi kegiatan tes urine yang diikuti oleh 8.837 orang dengan rincian DIPA sebanyak  479 Orang (3 Orang positif) dan Non DIPA 8.358 Orang (7 Orang Positif).
 
REHABILITASI  SEBAGAI PENGOBATAN

Rehabilitasi merupakan salah satu poin penting dalam menekan angka prevalensi penyalah guna narkotika.Selain dapat memulihkan penyalah guna, dengan rangkaian program rehabilitasi dapat mencegah penyalah guna terperosok lebih dalam pada candu narkotika serta mencegah agar mereka tidak kambuh kembali (relapse). Pada tahun 2017, BNNP Bengkulu telah merehabilitasi 357 penyalah guna narkotika, baik di balai rehabilitasi milik BNN di Lido Bogor, Kalianda dan Loka Batam, RSKJ Soeprapto, Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat maupun di dalam lembaga pemasyarakatan, dan telah memberikan layanan pasca rehabilitasi kepada  mantan penyalah guna narkotika.
 
Untuk mengoptimalkan program rehabilitasi, BNN yang telah memiliki 6 (enam) balai rehabilitasi, yaitu Balai Besar Rehabilitasi Lido – Jawa Barat, Balai Rehabilitasi Baddoka – Sulawesi Selatan, Balai Rehabilitasi Tanah Merah – Kalimantan Timur, Loka Rehabilitasi Batam – Kepulauan Riau, Loka Rehabilitasi Kalianda – Lampung dan Balai Rehabilitasi Deliserdang – Sumatera Utara.

Selain meningkatkan fasilitas lembaga rehabilitasi, BNN juga memaksimalkan jangkauan penyelenggaraan program rehabilitasi dengan memberikan dukungan kepada lembaga rehabilitasi instansi pemerintah dan komponen masyarakat yang tersebar di seluruh Indonesia. Dalam rangka memenuhi hak penyalah guna narkotika yang sedang dalam proses hukum untuk memperoleh layanan rehabilitasi,  BNN juga telah melaksanakan layanan asesmen terpadu kepada 92 orang. Melalui rehabilitasi ini, diharapkan mantan penyalah guna narkotika dapat kembali hidup di tengah-tengah masyarakat secara normatif, produktif, dan dapat berfungsi secara sosial, serta menekan angka prevalensi penyalah guna narkotika secara signifikan di tahun mendatang.
 
TETAP MENINGKATKAN AKTIVITAS P4GN

Segala pencapaian yang diraih pada tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya, menjadi motivasi bagi BNNP Bengkulu untuk tetap berkomitmen memberantas peredaran gelap narkotika secara tegas, sesuai dengan hukum yang berlaku, serta meningkatkan kinerja demi melindungi generasi bangsa di masa yang akan datang.
 
Dengan adanya komitmen dan kerjasama yang kuat, BNNP Bengkulu optimis penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dapat diberantas hingga ke akar-akarnya. BNNP Bengkulu juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus mengobarkan api semangat berjuang bersama melawan kejahatan narkotika.

#STOPNARKOBA
#HUMASBNNPBENGKULU
#BNNPBENGKULU
Hits: 52