Basmi Budaya “Bullying” Untuk Mencegah Peredaran Narkoba di Kalangan Remaja

Category: Uncategorised Published: Thursday, 25 August 2016 Written by Super User

Zaman boleh modern tapi tetap saja masih ada kebiasan saling mengejek yang menurut sebagian orang patut mendapatkan perlakuan seperti itu. Perlakukan seperti itu bisa terjadi dimana saja seperti di sekolah maupun dilingkungan luar sang anak.  Contohnya perlakuan tersebut seperti ejeken, hinaan, cemoohan, dll yang berdampak kepada korbannya, perlakuan seperti ini disebut BULLYING.

Bullying adalah perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja terjadi berulang-ulang untuk menyerang seorang target atau korban yang lemah, mudah dihina dan tidak bisa membela diri sendiri.

 Secara umum, ada tiga jenis bullying yaitu:

1. Fisik, jenis ini menyerang langsung fisik si korban dengan meninggalkan luka, atau bekas lainnya. Misalnya, memukul, menjewer, menampar, dsb

2. Verbal, Jenis ini tidak melukai fisik namun menyakiti hati. Misalnya, mencemooh, menyindir, mengejek nama orang tua dsb.

3. Psikologis, jenis ini efeknya langsung menyerang batin si korban. Contohnya, memfitnah, menyebarkan gossip, mempermalukan korban di depan umum dsb.

          Bullying dapat disebabkan karena lingkungan yang tidak kondusif,orang tua yang terlalu cuek, iri hati, maupun tradisi lanjutan yaitu adanya “warisan”dari keluarga, senior maupun teman yang melakukan tindakan kekerasan kepada si pelaku sehingga mereka meniru atau membalas dendam kepada orang lain.

Dampak terhadap korban bullying bagi perkembangan mental remaja maupun anak-anak sangat besar, diantaranya seperti kurang minat mengerjakan tugas dari sekolah, sering absen dan bolos sekolah, prestasi menurun, kurang pergaulan dengan teman-teman sekolahnya, mudah emosi (labil) ketika depresi, marah, sedih, sering mengalami sakit kepala, sakit perut, nafsu makan menurun, sulit tidur, sering terlihat ada luka dan memar, barang-barang pribadi banyak hilang karena dipalak atau dicuri.

Dampak terhadap pelakunya seperti contoh berikut: prestasinya rendah,suka menyendiri, termasuk merokok, menggunakan narkoba, dan tindakan-tindakan kepada kekerasan dan anarkis, sering bolos sekolah, sikap yang menantang orang tua maupun orang dewasa,khususnya bagi mereka yang memegang otoritas, dihukum pidana di pengadilan.

 Karena besarnya dampak yang ditimbulkan dari bullying, maka orang tua, guru dan masyarakat harus saling bekerja sama dalam mencegahnya, diantaranya dengan cara : (1) Orang tua harus menerapkan nilai agama kepada sang anak; (2) Memberikan kasih sayang, perlindungan dan pengawasan kepada anak (3) Jalin komunikasi dengan anak ; (4) Dari pihak sekolah menerapkan pendidikan karakter terhadap anak.

Hits: 371