Hukum Islam Terhadap Narkoba; dan Solusi Pencegahannya

Category: Uncategorised Published: Thursday, 30 June 2016 Written by Super User

Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah: pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.(QS. Al-Baqarah: 219)

Sebelum Islam datang orang-orang Arab Jahiliyah pada masa itu sangat akrab dengan miras yaitu khamar, mereka juga menyediakan tempat-tempat khusus untuk pesta minuman khamar, sehingga kehidupan mereka yang seperti itu, menjadikan mereka candu terhadap khamar seperti layaknya orang-orang kecanduan rokok pada masa sekarang ini. Bahkan Dr. Yusuf Al-Qaradawi pernah menulis, saking akrabnya orang Arab dengan khamar, bangsa arab jahiliyah sampai-sampai dalam bahasa Arab ada seratus nama penyebutan yang berbeda untuk sebuah minuman yang memabukkan tersebut. Namun setelah Islam datang, Nabi Muhamamad SAW memberantas penggunaan minuman khamar dan merekapun meninggalkannya. Sementara dalam hadist yang lain

 “Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya mengharamkan jual beli khamr, bangkai, babi, dan patung. Lalu ditanyakan kepada Rasulullah, Wahai Rasulullah, bagaimana menurut engkau bangkai yang digunakan untuk mengecat  perahu, menghaluskan  kulit, dan sebagai penerangan? Rasulullah menjawab, Tidak boleh. Itu tetap haram kemudian Rasulullah SAW melanjutkan Allah mengutuk orang Yahudi. Sesungguhnya Allah telah mengharamkan lemak pada mereka. Mereka memperbaikinya, lalu menjual dan memakan hasilnya” (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Imam Syaukani mengatakan bahwa, “Sesungguhnya setiap yang diharamkan Allah kepada hamba, maka menjualnya pun haram, disebabkan karena haramnya hasil penjualannya. Tidak keluar dari (kaidah) kuliyyah tersebut, kecuali sesuatu yang telah dikhususkan oleh dalil”.(Nailul Authar V hal 221).

Kendatipun ayat dan hadis tersebut tidak merinci dampak bahaya dari penggunaanya, namun secara tegas telah menggambarkan bahwa mengkomsumsi narkoba banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya. Narkoba merupakan barang yang berbahaya karena bisa menimbulkan kelemahan fisik, mental, maupun intelektual bagi pecandu narkoba.

Sistem sanksi Hukum Islam bahwa setiap orang yang menggunakan Narkoba dikelompokkan sebagai perbuatan kriminal, dan sanksi yang diberikan negara bisa berupa jilid (cambuk) atau penjara hingga lima belas tahun, dan denda yang ukurannya diserahkan kepada qadli. Demikian pula bagi orang turut serta menjualbelikannya. Bisa dilihat Abdurrahaman Al Maliki (Nidzomul ‘Uquubat, 2004:189).

Bagi individu, salah satu upaya yang mesti dilakukannya adalah dengan meningkatkan ketakwaanl. Pembentukan ketakwaan individu khususnya bagi kalangan generasi muda muslim dapat diawali dengan pembentukan kepribadian Islam. Kepribadian Islam merupakan sinergi antara pola pikir dan pola sikap seorang muslim yang dilandasi oleh akidah Islam dan nilai-nilai Islam. Pola pikir Islam adalah seperangkat pemikiran Islam yang berfungsi untuk menyelesaikan seluruh problematika kehidupan manusia.

Pola sikap yang Islami ini dapat dibentuk dengan peningkatan ibadah dan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk penerapan nilai-nilai Islam. Namun, ketakwaan indvidu yang melahirkan kepribadian Islam tersebut juga sebaiknya ditopang oleh pengawasan masyarakat yang terus menerus.

 

Selain itu pemberantasan narkoba lainnya yang tak kalah pentingnya adalah dengan peran negara yaitu dengan cara penegakan atau supremasi hukum dari penguasa yang tegas dan adil bagi pengedar narkoba, dengan memberlakukan hukuman berupa tahanan selama 15 tahun hingga hukuman mati. Penerapan sanksi tersebut selain sebagai penebus dosa bagi sang pelaku, juga bertujuan untuk mencegah atau memberikan efek jera bagi anggota masyarakat lainnya. penyalahgunaan narkoba adalah problematika sosial yang wajib untuk diantisipasi secara bersama-sama dan diberantas sampai ke akar-akarnya karena sudah banyak generasi penerus bangsa yang menjadi korbannya.

Hits: 561