I-Doser Bukan Narkoba, Tapi Bisa Berbahaya

Category: Uncategorised Published: Thursday, 26 May 2016 Written by Super User

Aplikasi I-Doser yang sedang marak beredar di dunia maya membuat masyarakat resah karena media online banyak yang menyebutnya sebagai narkoba yang berbahaya. I-Doser adalah produsen gelombang otak Binaural dengan tujuan memanipulasi suasana hati Dengan memperdengarkan dua suara yang fekuensinya mirip pada telinga konsumennya. Otak kemudian akan merespon kedua suara tersebut dan menghasilkan suara ketiga yang disebut dengan binaural beat. Dalam situs resminya, I-Doser merupakan sebuah perusahaan yang memproduksi gelombak otak Binaural yang bisa diputar pada pemutar CD dan MP3. Selain itu I-Doser juga bisa digunakan pada ponsel dan komputer melalui aplikasi yang mereka buat.

Binaural beat juga disebut dengan binaural tone, ditemukan oleh Heinrich Wilhelm Dove tahun 1839 yang kemudian booming pada abad 20. Binaural beat pada era itu digunakan untuk relaksasi, meditasi, kreativitas. Penelitian Dove ini diterbitkan dengan judul "Auditory Beats in the Brain" tahun 1973 yang ditulis Gerald Oster. Oster dalam tulisannya mengatakan, binaural beat ini bisa menjadi alat yang bagus untuk membantu penelitian tentang kognisi dan neurologi. Karena dia menemukan bahwa orang-orang yang tidak bisa merasakan efek binaural beat ada kemungkinan menderita penyakit parkinson. 

Dan Tahun 2005, Tiga peneliti dari Inggris, R. Padmanabhan, A. J. Hildreth dan D. Laws mempelajari apakah musik dan suara bisa menolong pasien-pasien yang mengalami rasa cemas berlebih, sebelum menjalankan operasi. Mereka kemudian menemukan bahwa binaural beat bisa menurunkan tingkat rasa cemas yang berlebihan yang terjadi sebelum pasien menjalankan operasi. 

Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui Kepala Bagian Humas, Kombes Pol Slamet Pribadi di kantor BNN, Jakarta, Selasa (13/10/2015) menegaskan, I-Doser tidak masuk dalam jenis narkotika menurut UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika yang berlaku di Indonesia. Aplikasi ini lebih dekat kepada hipnosis atau pemberian sugesti. "Stimulan narkotika beda dengan stimulan pikiran. Ini (I-Doser) lebih dekat ke hipnotis atau sugesti,"

 Dari berbagai video yang tersebar di media sosial, anak-anak remaja merasakan sensasi memakai narkoba setelah mendengarkan konten berupa binaural (dua suara) berdurasi 30-40 menit melalui aplikasi itu. Binaural merupakan sebuah teknologi yang diklaim dapat menstimulus otak serta mengubah keadaan psikis dan mental."Tapi sugesti itu tergantung dari si penerima. Kalau sugesti baik, jadinya akan baik," tambah Slamet.

Hits: 842