Kilas Balik

Category: Uncategorised Published: Monday, 23 February 2015 Written by Super User

KILAS BALIK KEGIATAN BADAN NARKOTIKA PROVINSI BENGKULU MENCIPTAKAN PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM UPAYA MEWUJUDKAN LINGKUNGAN MASYARAKAT  BENGKULU  BEBAS  DARI NARKOBA

Dalam melaksanakan tugas P4GN di Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNNP Bengkulu, prinsip yang mendasar adalah memberdayakan masyarakat untuk mengembangkan dan melaksanakan rencana kegiatan masyarakat itu secara sendiri/ mandiri. Tugas BNN Provinsi Bengkulu adalah sebagai fasilitator, yang mendorong proses membangun kesadaran masyarakat, membangun system dan mekanisme kerja, menyusun pedoman, melatih dan mendidik sumberdaya manusia, serta membina masyarakat agar mampu menyusun dan melaksanakan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat itu sendiri. Maka selanjutnya diharapkan masyarakat akan berperan serta aktif untuk menanggulangi permasalahan narkoba di lingkungannya.

Dalam pemberdayaan masyarakat sangat diperlukan adanya peran serta masyarakat karena peredaran dan penyalahgunaan narkoba banyak terjadi di lingkungan masyarakat. Peranserta masyarakat adalah keikut sertaan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam memerangi bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dari berbagai elemen masyarakat danseluruh komponen masyarakat lainnya untuk menciptakan lingkungan bersih narkoba. Dimana peran serta masyarakat ini tertuang dalamundang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika pasal 104 sampaidengan 108. Adapun yang menjadi tujuan peran serta masyarakat adalah terbentuknya komitmen dan kepedulian masyarakat sehingga tergerak untuk berperan serta menanggulangi permasalahan narkoba di lingkungannya.

 

 

 

 

SelamaTahun 2014, dalam upaya menciptakan kepedulian dan peran sertamasyarakat, Badan Narkotika Nasional Provinsi Bengkulu telah melaksanakan sebanyak 36 kali Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di lingkungan masyarakat, baik itu di tingkat kelurahan, kecamatan, paguyuban hingga kelompok ojek motor. FGD inibertujuan untuk mengidentifikasi masalah sekaligus membentuk kepedulian masyarakat terhadap masalah terkait penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba yang terjadi di lingkungannya.

Adapun permasalahan yang didapat selama melaksanakan FGD di Tahun 2014 ini dalah maraknya penyalahgunaan lem oleh anak-anak SD dan SMP Hampir di setiap kelurahan dan kecamatan yang dilaksanakan FGD, permasalahannya adalah penyalahgunaan lem dan Narkoba ini disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang program wajib lapor dan rehabilitasi bagi pecandu ataupun korban penyalahguna narkoba ke Instansi Penerima Wajib Lapor, yang ditugaskan berdasarkan SK Menkes No. HK.02.02/MENKES/402/2014, yaitu RSUD M. Yunus, RSJ Soeprapto Daerah Bengkulu, RS Bhayangkara, RSUD Damrah, RSUD Curup, RSUD Muko-Mukodan RS ArgaMakmur

Adapun opini masyarakat melalui kegiatan ini sangat beragam. Masyarakat menganggap kegiatan ini sangat bermanfaat, sebagai upaya preventif, kuratif, dan rehabilitatif terhadap permasalahan narkoba di lingkungan masyarakat. Masyarakat juga menginginkan agar kegiatan ini juga dilaksanakan di lingkung ana parat dan instansi penegak hukum. Masyarakatpun juga angat mendukung terhadap keberlanjutan program P4GN terutama di lingkup-lingkup yang lebih ecil, seperti di lingkungan RT/ RW. Selainitu, masyarakatpun merasa diikutsertakan karena masyarakat memiliki kesempatan yang seluas

 

 

Hits: 986