TAHAP – TAHAP REHABILITASI PENYALAHGUNA NARKOBA

Parent Category: berita 2017 Category: artikel 2017
Created: Thursday, 28 December 2017 Last Updated: Sunday, 22 April 2018 Published: Thursday, 28 December 2017

Sebagian penyalahguna Narkoba pada awalnya dilakukan upaya coba-coba dalam lingkungan sosial. Semakin rutinnya pemakaian, maka risiko kecanduan semakin tinggi. Jika terus dilanjutkan, maka dosis Narkoba yang digunakan juga akan semakin besar untuk mencapai kondisi yang diinginkan. Hingga pada puncak tidak bisa lagi hidup tanpa Narkoba.

Read more: TAHAP – TAHAP REHABILITASI PENYALAHGUNA NARKOBA

JENIS – JENIS EFEK NARKOBA DAN DAMPAK NEGATIFNYA

Parent Category: berita 2017 Category: artikel 2017
Created: Thursday, 28 December 2017 Last Updated: Sunday, 22 April 2018 Published: Thursday, 28 December 2017


Bila Narkoba digunakan secara terus meneurs atau melibihi takaran yang telah ditentukan akan mengakibatkan ketergantunga. Kecanduan inilah yang akan mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada sistem syaraf pusat (SSP) dan organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal.

Read more: JENIS – JENIS EFEK NARKOBA DAN DAMPAK NEGATIFNYA

PEMAKAI NARKOBA LEBIH TERDAPAT PADA REMAJA YANG KURANG MEMILIKI KEGIATAN

Parent Category: berita 2017 Category: artikel 2017
Created: Thursday, 28 December 2017 Last Updated: Thursday, 28 December 2017 Published: Thursday, 28 December 2017


Contoh tipe remaja rentan menggunakan narkoba adalah remaja yang apa adanya, dan cepat puas dengan keadaannya sendiri, mereka biasanya muda berimajinasi, berkhayal pada dunia mereka sendiri. Remaja seperti ini rentan dikarenakan mereka memiliki kegiatan yang sedikit, sehingga mudah dipengarui oleh teman sepergaulan Penggunaan narkoba pada remaja dan pelajar semakin meresahkan.

Utama bagi para pelajar usia remaja rentang 15-18 tahun menyadari dan memahami ancaman penyalahgunaan narkoba. Ini dikarenakan pada usia ini para remaja apabila mereka tidak memiliki aktifitas mereka akan mudah dipengaruhi teman seusia mereka, terutama pada saat nongkrong, semakin mudah lah mereka diajak memakai Narkoba karena minimnya kegiatan, akan tidak salahnya mereka berpikir untuk mencoba Narkoba. Ini  semua merusak kesempatan mereka untuk berprestasi serta mereka juga merugikan diri sendiri dan juga keluarga. Karena itu perlunya remaja ini untuk memahami bahaya dan efek penyalahgunaan Narkoba tersebut. Peran serta orang tua dan lingkungan pun tidak terlepas dari ini semua, karena pada usia remaja yang rentan mereka membutuhkan perhatian dari orang tua.

Data yang dimiliki Badan Narkotika Nasional (BNN) bahkan mengatakan bahwa 22 persen pengguna penyalahgunaan narkoba adalah pelajar usia remaja. Membuktikan bahwa Narkoba pada usia remaja sudah memasuki titik berbahaya. Perlunya peran serta masyarakat untuk memberikan arahan pada remaja, dan mengikutsertakan mereka pada kegiatan bermasyarakat


(PS 2017)

PERAN SERTA ORANG TUA DALAM PENCEGAHAN DAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA ANAK SECARA DINI

Parent Category: berita 2017 Category: artikel 2017
Created: Thursday, 28 December 2017 Last Updated: Thursday, 28 December 2017 Published: Thursday, 28 December 2017


Narkoba sudah sangat mencekam lingkungan Anak dan Remaja, yang dimana bisa menghancurkan masa depan cerah mereka, dari berbagai macam penyelundupkan dan pemasaran Narkoba dilingkungan kita sudah sungguh merajalela. Apabila ini dibiarkan begitu saja maka tidak ada harapan bagi bangsa Indonesia Kedepannya

Pusat Penelitian kesehatan Universitas Indonesia (UI) bekerjasama dengan BNN pada tahun 2014, adalah penyalah guna narkoba tertinggi adalah pekerja dengan persentase 50,34 persen, pelajar 27,32 persen dan pengangguran sebesar 22,34 persen.  

Bagaimana seseorang bisa menjadi penyalahguna narkotika/ketergantungan? Pertama adalah faktor keturunan (DNA), kedua faktor lingkungan (keluarga, tetangga, sekolah, dan sosial), dan ketiga faktor kemudahan mendapatkan zat narkotika.

Peran Orang tua didalam mengtahui bahaya dan jenis-jenis Narkoba sangat di butuhkan didalam pencegahan dini sehingga Orang tua bisa mengarahkan anak mereka dan mendidik mereka menjadi generasi yang cerdas dan mandiri. Juga dibutuhkannya kerjas sama antara Orang Tua dan masyarakat, karena selain dirumah lingkungan anak juga perlu lah diawasi sehingga Orang Tua bisa membimbing mereka didalam bagaimana bermasyarakat yang baik

Masa Remaja ke Dewasa merupakan masa-masa dimana seorang anak akan mencari jati diri mereka, sehingga mereka memiliki rasa ingin tahu yang besar dan keinginan mereka untuk mendapatkan pengakuan oleh lingkungan sekitar semakin tinggi, maka dari itu mereka sangat mudah untuk dipengaruhi oleh lingkungan sekitar mereka. Dikarenakan rasa ingin tahu mereka yang tinggi maka mereka muda diiming-iming oleh sahabat dan kenalan mereka untuk mencoba Narkoba, dan disini lah peran Orang tua untuk mengawasi dan mengayomi mereka. Dengan mempelajari dan mendalami jenis bahaya Narkoba, orang tua dapat membantu anak memahami dan menjauhinya, Sekadar memberikan informasi atau gambaran mengenai narkoba seperti Narkoba merupakan  zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis  maupun semi sintetis serta bahayanya sangat membantu informasi anak untuk menjauhi Narkoba

(PS 2017)

PENYALAHGUNAAN ROKOK MERUPAKAN TAHAP AWAL PENGGUNAAN NARKOBA

Parent Category: berita 2017 Category: artikel 2017
Created: Thursday, 28 December 2017 Last Updated: Thursday, 28 December 2017 Published: Thursday, 28 December 2017


Rokok merupakan bagian dari bahan Adiktif yang merupakan Zat Stimulan. Jadi secara harfiah berarti rokok merupakan salah satu jenis Narkoba. Di dalam pengertian Narkoba termuat 3 kelompok zat aktif yaitu Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif lainnya. Rokok bersama dengan alkohol termasuk ke dalam kelompok yang terakhir. Nikotin yang merupakan salah satu komponen dari rokok merupakan zat psikotropika stimulan. Jadi sesungguhnya rokok itu adalah Narkoba juga. Rokok tergolong Narkoba termurah dan dijual bebas. Sebatang rokok yang mengandung 4.000 macam zat kimia. Tidak ada satupun produk farmasi yang berisikan 4.000 macam zat kimia dapat dibeli dengan harga sedemikian murah. Oleh karena itu, siapapun mudah memperoleh sebatang rokok, dari mereka yang usia tua maupun anak sekolah dasar. Selain itu rokok juga memberikan kenikmatan, walaupun sementara, dan hal ini lah yang menjadi magnet bagi pribadi-pribadi labil yang tidak puas akan kenyataan hidup ini atau bagi para remaja sebagai teman setia saat kumpul-kumpul. Dan Rokok pun juga memilki komponen-komponen layaknya Narkoba, seperti Habituasi, adiksi dan toleransi. Habituasi adalah suatu perasaan rindu, terus menerus melintas di pikiran untuk menggunaan zat, sehingga seseorang akan terus berkeinginan menggunakan zat tersebut saat berkumpul dengan sesama teman pemakai. Sedangkan adiksi merupakan dorongan kompulsif untuk menggunakan suatu zat diserta tanda-tanda ketergantungan.

Ketergantungan juga sendiri seperti ketergantungan psikis (psychological dependence) maupun ketergantungan fisiologis (physiological dependence). Ketergantungan psikis merupakan kompulsi penggunaan zat untuk memenuhi kebutuhan psikologis, seperti untuk menghadapi stress. Sedangkan ketergantungan fisiologis berarti proses perubahan fungsional tubuh sedemikian rupa dikarenakan paparan rutin terhadap zat. Toleransi adalah contoh bentuk ketergantungan fisiologis, yaitu seiring bertambahnya waktu penggunaan maka pemakaian zat berikutnya diperlukan dosis yang lebih besar dari sebelumnya untuk mencapai efek kenikmatan yang sama. Toleransi inilah yang akan membuat seorang perokok, dan pemakai Narkoba lainnya, terus menambah jumlah batang rokok yang dihisapnya dari waktu ke waktu.

Ada beberapa tahapan yang dialami seorang perokok hingga menjadi tahap ketergantungan. Tahap pertama adalah eksperimental atau coba-coba. Mereka mulai menghirup rokok untuk mencari ketenangan, energi lebih dan pelarian dari stress sehari-hari. Pada tahap ini seorang perokok merasa yakin masih dapat mengontrol kebiasaannya untuk merokok.

Pada tahap selanjutnya, yaitu penggunaan rutin, perokok mulai dikendalikan oleh efek dasyat nikotin. Pada tahap ini penyangkalan memainkan peranan penting. Perokok akan menyangkal bahwa ia tidak dapat mengendalikan lagi kebiasaannya merokok, menyangkal bahwa kebiasaannya itu dapat menimbulkan berbagai penyakit fatal. Sebenarnya ia mengetahui bahaya-bahaya merokok, tetapi kenikmatan semu tersebut telah terlanjur menutupi kecemasan dan akal sehatnya. Dengan penyangkalan ini, maka tidak heran kampanye anti-rokok yang mengusung berbagai bahaya merokok bagi kesehatan menjadi mentah.

Tahapan terakhir adalah ketergantungan, di mana rokok sudah menjadi sahabat setia perokok setiap waktu, dan tanpanya, perokok akan mengeluh berbagai macam kesengsaraan dari mulut pahit hingga demam. Dan selanjutnya, ia pun akan merokok lagi, bukan sekedar mencari kenikmatan seperti tahapan awal melainkan untuk menghindarkan diri dari kesakitan withdrawal.

Menilik bahwa rokok berawal dari coba-coba, rasa ingin tahu maupun rasa setia kawan, maka tidaklah berlebihan untuk mengatakan bahwa pribadi perokok adalah rentan juga terhadap Narkoba lainnya. Rokok adalah pintu gerbang kepada Narkoba lainnya. Kematian dikarenakan penyakit-penyakit terkait rokok adalah lebih besar daripada kematian karena Narkoba jenis lainnya. Biaya negara untuk merawat penduduknya yang menderita penyakit-penyakit terkait dengan rokok juga lebih besar dibandingkan pendapatan dari pajak rokok.

Celakanya rokok adalah satu-satunya Narkoba yang dapat menyerang orang yang tidak turut menggunakannya. Beberapa penelitian telah menyebutkan bahwa perokok pasif memiliki resiko yang kurang lebih sama dengan perokok aktif untuk menderita penyakit jantung koroner, saluran napas, katarak dan bahkan kanker paru. Sehingga tidak disangsikan bahwa rokok lebih berbahaya dibandingkan Narkoba jenis lainnya.

Merokok bukanlah sekedar permasalahan kesehatan, tetapi melibatkan pula segi politik, bisnis, sosial-pergaulan, psikologis maupun kemiskinan. Walaupun telah diketahui resiko dari rokok sedemikian besar, adalah mustahil untuk melarang pabrik rokok untuk beroperasi. Industri rokok adalah tempat perputaran uang yang hebat berupa lapangan kerja serta penyumbang pajak terbesar bagi negara. Beberapa orang terkaya di negeri ini berasal dari industri rokok. Rokok sudah lama menjadi sponsor utama berbagai program olahraga, terutama sepak bola yang sangat popular di masyarakat. Iklan rokok selalu menampilkan sosok pria yang maskulin dan jiwa petualang sehingga mampu merebut hati para remaja yang memang masa penuh mimpi untuk menjadi idola. Dengan demikian, apalah artinya himbauan kecil bahaya merokok bagi kesehatan yang tertera di bungkus rokok dibandingkan iklan rokok yang begitu megah. Hal inilah yang menjadikan rokok sebagai salah satu Narkoba yang ‘dilegalkan’. Walaupun rokok dibentengi dengan kokoh oleh unsur politik dan bisnis, bukan berarti upaya memerangi rokok harus terhenti di tengah jalan. Upaya kampanye anti-rokok harus terus menerus digalakkan, namun dengan berbagai pendekatan lain. Selama ini pendekatan dengan mengedepankan berbagai ancaman kesehatan sudah banyak dipakai, dan biasanya kurang efektif. Tentu saja  jarang seorang perokok berhenti merokok dikarenakan ketakutannya akan berbagai penyakit tersebut kecuali jika ia memang telah menderitanya. Yang terjadi adalah kenikmatan sementara dari asap rokok yang mengebul telah membuat diri perokok tenang, tidak mencemaskan apapun, hidup menjadi nikmat serta mengaburkan kekhawatiran akan masa depannya.

Pendekatan yang mungkin lebih efektif adalah dengan menekankan betapa penting untuk menghentikan merokok demi menyelamatkan orang-orang yang disayangi seperti istri atau anak perokok dari bahaya sebagai perokok pasif. Selain itu saat ini telah tersedia obat-obat pengganti nikotin seperti varenicline, hal ini mungkin menjanjikan, tetapi bisa juga hanya sekedar pergeseran dari  satu bentuk ketergantungan kepada ketergantungan lainnya. Belum lagi masalah biaya yang pastinya mahal karena produksi obat ini masih dipegang swasta.

(PS 2017)

BAHAYA NARKOBA JENIS TERBARU FLAKKA

Parent Category: berita 2017 Category: artikel 2017
Created: Thursday, 28 December 2017 Last Updated: Thursday, 28 December 2017 Published: Thursday, 28 December 2017

Narkoba jenis flakka baru-baru ini membuat heboh masyarakat di Indonesia. Flakka sendiri membuat dunia geger terutama para pengguna Zat berbahaya ini memberikan efek yang mengakibatkan mereka berperilaku seperti Zombie.

Awalnya, flakka diproduksi sebagai obat sintetis pada 2012. Namun, obat ini kemudian dilarang karena para dokter kesulitan menentukan dosis yang pas, kini peredarannya sudah mendunia lantaran murah meriah dan siapapun sanggung membeli. Di Amerika, narkoba jenis ini menyasar pada kaum menengah ke bawah.
Zat yang terkandung dalam flakka saat ini tengah diteliti oleh BNN, Labfor Polri, BP POM, UI dan ITB. Kemudian pada 15-16 Mei 2017 Flakka dimasukkan sebagai Golongan I dalam lampiran UU Narkotika yang hampir sama dengan Narkoba Jenis Kokain dan Amfetamin. Dalam jangka pendek pengguna yang kecanduan Flakka Efek seperti euforia yang berlebihan, denyut jantung lebih cepat, kenaikan tekanan darah, serta berperilaku waspada yang berlebihan. Bahkan dalam efek samping jangka panjang dapat menyebabkan meninggal dunia.
BNN dan Kementerian Kesehatan telah mengkajinya tahun lalu. Saat ini flakka telah diatur dengan Permenkes nomor 2 tahun 2017 dengan nama kimia alfa PVP. Zat ini adalah stimulan utama yang merangsang naiknya hormon dopamin. Hormon Dopamin sendiri merupakan zat di otak yang menimbulkan kesenangan berlebihan, agresivitas tinggi, hingga tak sadarkan diri apabila menumpuk terlalu banyak
 
Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI Irjen Pol Arman Depari menyatakan Narkoba jenis baru flakka atau narkoba zombie sangat berbahaya. Bahaya Flakka diketahui 16 kali lebih kuat ketimbang narkoba pada umumnya.
(PS 2017)