Bahaya dan Dampak Dari Opium

Parent Category: berita 2016 Category: artikel 2016
Created: Tuesday, 27 December 2016 Last Updated: Tuesday, 24 April 2018 Published: Tuesday, 27 December 2016

Opium merupakan resin narkotika yang terbentuk dari lateks yang dikeluarkan oleh polong biji muda dari bunga opium (Papaver somniferum). Bunga ini berisi sampai 16% morfin, suatu alkaloid opiat, yang paling sering diproses secara kimia untuk menghasilkan heroin untuk perdagangan obat ilegal. Opium secara bertahap telah digantikan oleh berbagai semi-sintetik, dan opioid sintetik dengan efek yang semakin kuat, dan dengan anestesi umum lainnya. Proses ini dimulai pada 1817, ketika Friedrich Wilhelm Adam Sertürner melakukan isolasi morfin murni dari candu setelah setidaknya tiga belas tahun penelitian dan percobaan yang hampir menjadi bencana pada dirinya sendiri dan tiga anak laki-lakinya.

Opium, apiun, atau candu adalah getah bahan baku narkotika yang diperoleh dari buah candu (Papaver somniferum L. atau P. paeoniflorum) yang belum matang. Opium merupakan tanaman semusim yang hanya bisa dibudidayakan di pegunungan kawasan subtropis. Tinggi tanaman hanya sekitar satu meter. Daunnya jorong dengan tepi bergerigi. Bunga opium bertangkai panjang dan keluar dari ujung ranting. Satu tangkai hanya terdiri dari satu bunga dnegan kuntum bermahkota putih, ungu, dengan pangkal putih serta merah cerah. Bunga opium sangat indah hingga beberapa spesies Papaver lazim dijadikan tanaman hias. Buah opium berupa bulatan sebesar bola pingpong bewarna hijau.

Istilah untuk candu yang telah dimasak dan siap untuk dihisap adalah madat. Istilah ini banyak digunakan di kalangan para penggunanya bukan hanya sebagai kata nomina tapi juga kata kerja. Buah opium yang dilukai dengan pisau sadap akan mengeluarkan getah kental berwarna putih. Setelah kering dan berubah warna menjadi cokelat, getah ini dipungut dan dipasarkan sebagai opium mentah.

Opium mentah ini bisa diproses secara sederhana hingga menjadi candu siap konsumsi. Kalau getah ini diekstrak lagi, akan dihasilkan morfin. Morfin yang diekstrak lebih lanjut akan menghasilkan heroin. Limbah ekstrasi ini kalau diolah lagi akan menjadi narkotik murah seperti “sabu”. Tanaman opium yang berasal dari kawasan pegunungan Eropa Tenggara ini sekarang telah menyebar sampai ke Afganistan dan “segitiga emas” perbatasan Myanmar, Thailand, dan Laos. Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, Afganistan saat ini merupakan penghasil opium terbesar di dunia dengan 87%. Laos juga merupakan salah satu penghasil terbesar. Di Indonesia, bunga poppy yang tidak menghasilkan narkotik banyak ditanam di kawasan pegunungan seperti Cipanas, Bandungan, Batu, dan Ijen.

Dampak dari Opium

§  Efek priskolog opium sudah diketahui sejak 4.000 tahun yang lalu. Setelah digunkan, unsur aktif yang terdapat di dalam opium akan bereaksi sangat cepat. Waktu yang di perlukan untuk sampai ke otak hanya sekitar tujuh detik. Setelah itu, si pemakai akan mengalami euphoria (rasa senang berlebihan),rasa nyaman,dan daya khayal lebih tinggi. Namun kemudian pernapasan menjadi lambat, daya khayal menurun, lesu, dan pikiran kacau.

§   Saat mengalami putus zat, perasaan menjadi gelisah, lekas marah, resah, tidak bisa tidur,serta sakit perut dan otot. Pada pengguna jangka panjang, terjadi penurunan kemampuan mental dan fisik. Nafsu makan berkurang dan berat badan menurun drastis.

 

Hasil Publikasi UNODC 2015, Afghanistan merupakan pemasok heroin terbesar di dunia (80%). Heroin Afghanistan di pasarkan ke seluruh dunia selain ke negara-negara Amerika latin. Di negara ini ini pula tingkat prevelansi kecanduan Opium termasuk angka tertinggi dunia (2,65%). Afghanistan bersama dengan Iran, dan Pakistan disebut sebagai daerah “Bulan Sabit Emas” (The Golden Crescent) yang merupakan sebutan untuk kawasan  produsen utama opium gelap terbesar di dunia selain kawasan Segitiga Emas yang ada di kawasan Asia Tenggara (Myanmar, Laso, dan Thailand)

 

Dari temuan terakhir, provinsi yang 100% bebas lahan opium hanya 13 dari total 34 provinsi yang ada. Hilmand merupakan Provinsi dengan jumlah lahan paling banyak yaitu 80.273 ha (40% dari total nasional), diikuti dengan Badghis (35.234 ha), Kandahar (20.475 ha), Uruzgan (15.503 ha), Nangarhar (14.344 ha), Farah (9101 ha), Badakhshan (6298 ha) dan Nimroz (5303 ha). Provinsi-provinsi diatas merupakan wilayah yang masih bergejolak dan dikuasai oleh Taliban.  Uniknya, masih dari data survey UNODC 2016, pertumbuhan jumlah lahan pertanian Opium meningkat tajam setelah AS menginvasi Afghanistan. Pada tahun 2005 terdapat 131,000 ha ladang Opium dan meningkat hampir 40% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu sebanyak 80.000 Ha.

Permen Jari Tidak Mengandung Narkoba

Parent Category: berita 2016 Category: artikel 2016
Created: Tuesday, 27 December 2016 Last Updated: Tuesday, 24 April 2018 Published: Tuesday, 27 December 2016

Beberapa waktu lalu masyarakat dihebohkan dengan adanya laporan masyarakat kepada Puskesmas di Ciledug soal anak yang tidur selama lima jam setelah mengonsumsi permen tersebut pada hari kedua dan adanya kabar tentang permen jari tersebut yang diduga bisa menyebabkan anak kecanduan dan pastinya membuat banyak orang tua khawatir akan keberadaan permen jari ini. Masyarakat mengkhawatirkan bahwa permen ini mengandung zat berbahaya seperti narkotika yang memberikan efek berbahaya terhadap anak mereka.

Terkait pemberitaan tersebut diinformasikan bahwa permen jari masuk ke Indonesia diimpor secara legal oleh PT Rizki Abadi Jaya Anugerah, dengan nomor registrasi B POM RI ML 824409085492.

Guna menindaklanjuti keresahan masyarakat tentang dugaan narkotika dalam permen jari, Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan pengujian / pemeriksaan laboratorium khususnya aspek narkotika terhadap permen tersebut.

Kepala Bagian Humas BNN Slamet Riyadi menjelaskan, pemeriksaan terhadap permen jari dilakukan setelah informasi yang menyebut permen tersebut mengandung narkoba menjadi viral di media sosial. Slamet menyampaikan, pihaknya telah mengambil sejumlah sampel dan memeriksa permen itu di laboratorium. Hasilnya tidak ditemukan kandungan narkoba dalam permen tersebut.

Dari hasil pengujian / pemeriksaan laboratorium yang dilakukan oleh Balai Uji Laboratorium Narkoba BNN didapatkan hasil bahwa TIDAK DITEMUKAN KANDUNGAN NARKOTIKA pada permen jari yang dimaksud.

 

Oleh karena itu diharapkan masyarakat tidak lagi resah terhadap pemberitaan terkait permen jari yang saat ini beredar. Namun demikian, masyarakat harus tetap WASPADA terhadap ancaman narkotika yang saat ini muncul dalam berbagai bentuk dan jenis.

Ketika Hukuman Mati Terhadap Pengedar Narkoba Menjadi Polemik Bangsa

Parent Category: berita 2016 Category: artikel 2016
Created: Tuesday, 27 December 2016 Last Updated: Tuesday, 24 April 2018 Published: Tuesday, 27 December 2016

Angka penyalahgunaan Narkoba di Indonesia yang mencapai kurang lebih 5 juta jiwa menjadi fenomena gunung es ditambah kondisi geografis Indonesia yang terbuka dan jumlah penduduk yang besar menjadikan negara ini salah satu pasar Narkoba terbesar di kawasan Asia Tenggara. Oleh karena itu dalam rapat terbatas yang dilaksanakan di Kantor Presiden, Jakarta, Presiden menginstruksikan 6 (enam) langkah yang harus dilakukan secara komprehensif dan terpadu dalam upaya mengatasi permasalahan Narkoba di Indonesia sebagai berikut :

1.    1. Sektor, seperti BNN, Polri, TNI, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Kominfo, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, harus bergerak bersama, bersinergi, dengan menghilangkan ego sektoral.

2.      2. Nyatakan perang terhadap bandar dan jaringan Narkoba dengan memberikan hukuman yang tegas dan keras pada sindikat Narkoba.

3.      3. Tutup semua celah jalur penyelundupan Narkoba, baik dipelabuhan maupun di bandara.

4.     4.  Gencarkan kampanye kreatif tentang bahaya Narkoba dengan sasaran utama generasi muda.

5.      5. Tingkatkan pengawasan yang ketat pada Lapas sehingga tidak dijadikan pusat penyebaran dan peredaran Narkoba.

6.     6. Program rehabilitasi penyalahguna dan pecandu Narkoba harus berjalan efektif sehingga rantai penyalahgunaan Narkoba bisa terputus.

Indonesia adalah salah satu dari beberapa  negara yang hukum positifnya masih menerapkan hukuman mati terhadap pelaku kejahatan luar biasa. Salah satunya adalah kejahatan narkotika. Kejahatan narkotika berdampak besar pada kerugian sosial, ekonomi dan kesehatan. Bahkan dalam jangka waktu panjang permasalahan narkoba dapat menghilangkan satu generasi bangsa.Fatalnya, Narkoba merenggut jutaan nyawa generasi muda yang disiapkan untuk meneruskan perjuangan bangsa. Jika pemerintah tak segera ambil sikap, maka kerusakan moral dan kematian generasi penerus bangsa tak dapat dielakkan lagi.

Menyikapi hal ini, Presiden Joko Widodo dengan tegas menyatakan PERANG TERHADAP NARKOBA. Dalam Rapat Terbatas tentang Penanggulangan Permasalahan Narkotika, pada 24 Februari 2016, salah satu dari enam instruksi Presiden kepada jajaran terkait khususnya aparat penegak hukum agar memberikan hukuman yang lebih keras dan tegas lagi kepada pelaku kejahatan Narkoba. Instruksi ini diberikan presiden karena melihat perhari ada antara 30 sampai 40 orang meninggal karena penyalahgunaan narkoba.

Kebijakan Presiden ini disikapi dengan berbagai pandangan pro dan kontra. Ada yang menyikapi bahwa hukuman mati itu dibolehkan untuk kasus tertentu seperti narkoba dengan harapan dapat memberikan kepastian hukum, memberi efek jera bagi pengedar narkoba dan ada yang kontra dengan alasan kemanusiaan bahwa seorang pengedar bisa saja bertobat.  Menurut Djoko Prakoso (1987: 25-28) hukuman mati merupakan suatu alat represi yang kuat bagi pemerintah dalam menjamin ketentraman dan ketertiban hukum dapat dilindungi dan menurut Mahkamah Konstitusi hukuman mati sebagai lembaga negara yang melakukan kekuasaan kehakiman dalam penyelenggaraan pengadilan guna menegakkan hukum dan keadilan, dalam putusan Nomor 2-3/PUU-V/2007, tanggal 30 Oktober 2007, memutuskan hukuman mati sebagai bentuk pembatasan Hak Azasi Manusia telah dibenarkan secara konstitusional. Meski ditentang beberapa pemimpin dunia, Presiden Joko Widodo tak gentar memerintahkan aparat penegak hukum untuk komitmen dalam memberantas Narkoba hingga ke akar-akarnya.

 

Hukum sebagai alat perubahan  sosial sangat dituntut untuk mampu memberikan peran dalam menciptakan efek jera. Melihat dampak buruk kejahatan Narkoba bagi generasi muda dan bangsa ini, maka hukuman tegas, keras, dan tidak pandang bulu, seperti hukuman mati, layak dijatuhkan kepada terpidana Narkoba, terutama produsen, bandar, dan pengedar Narkoba. Oleh karena itu, Kepala BNN, Komjen Pol Budi Waseso menyampaikan, setelah melalui proses yang panjang dalam penegakan hukum di Indonesia maka eksekusi Hukuman mati perlu dihormati oleh semua pihak.

Pengaruh Narkoba Pada Kerja Otak Manusia

Parent Category: berita 2016 Category: artikel 2016
Created: Monday, 31 October 2016 Last Updated: Tuesday, 24 April 2018 Published: Monday, 31 October 2016

 

 

Tahukah Anda salah satu bahaya pemakaian narkoba adalah mempengaruhi kerja otak yang berfungsi sebagai pusat kendali tubuh dan mempengaruhi seluruh fungsi tubuh? Karena bekerja pada otak, narkoba mengubah suasana perasaan, cara berpikir, kesadaran dan perilaku pemakainya. Itulah sebabnya narkoba disebut zat psikoaktif.

Cara kerjanya adalah dengan me-relay signal antara neuron, otak menggunakan neurotransmitter untuk memerintah jantung untuk berdetak, paru-paru untuk bernafas dan perut untuk mencerna. Juga dapat menciptakan efek mood, tidur, konsentrasi, berat, dan dapat menyeimbangkan diri saat tidak stabil. Neurotransmiter adalah zat kimia yang memberikan informasi dan mengkomunikasikan dari otak ke tubuh.

Narkoba adalah Narkotika dan obat-obat berbahaya yang berbentuk zat kimia. Dalam bidang pengobatan medis, dikenal zat-zat kimia yang mampu mengurangi atau menghilangkan rasa sakit, namun tidak memiliki efek penyembuhan. Zat kimia itulah yang sering disalahgunakan karena pemakaian dengan dosis yang berlebihan akan berakibat buruk bagi kesehatan. Zat-zat kimia tersebut dapat menimbulkan kerusakan pada sistem saraf.

Ada empat macam obat yang berpengaruh terhadap sistem saraf, yaitu:

1.  Sedatif, yaitu golongan obat yang dapat mengakibatkan menurunnya aktivitas normal otak. Contohnya valium.

2.  Stimulans, yaitu golongan obat yang dapat memacu kerja otak, sehingga timbul rasa segar dan semangat, percaya diri meningkat, hubungan dengan orang lain menjadi akrab, akan tetapi menyebabkan tidak bisa tidur, gelisah, jantung berdebar lebih cepat dan tekanan darah meningkat. Contoh amfetamin, ekstasi, shabu, kokain, dan nikotin yang terdapat dalam tembakau.

3.  Halusinogen, yaitu golongan obat yang mengakibatkan timbulnya penghayalan pada si pemakai. Contohnya ganja, ekstasi, dan sabu-sabu.

4.  Painkiller, yaitu golongan obat yang menekan bagian otak yang bertanggung jawab sebagai rasa sakit. Contohnya morfin dan heroin.

 

Pengaruh lain dari narkoba pada otak yaitu timbul rasa takut, kurang percaya diri jika tidak menggunakannya dan gangguan memori. Dalam jangka panjang secara perlahan bisa merusak sistem saraf di otak mulai dari ringan hingga permanen. Saat penggunaan obat, muatan listrik dalam otak berlebihan, jika ini sudah kecanduan, maka lama-lama kelamaan saraf bisa rusak, hilangnya kendali otak gerak, kesadaran, denyut jantung melemah, hilangnya nafsu makana, bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Yang terjadi apabila seseorang mengalami ketergantungan adalah semacam pembelajaran sel-sel otak pada pusat kenikmatan. Jika mengkonsumsi narkoba, otak membaca tanggapan orang itu. Jika merasa nyaman, otak mengeluarkan neurotransmitter dopamin dan akan memberikan kesan menyenangkan. Jika memakai narkoba lagi, orang kembali merasa nikmat seolah-olah kebutuhan batinnya terpuaskan. Otak akan merekamnya sebagai sesuatu yang harus dicari sebagai prioritas sebab menyenangkan. Akibatnya, otak membuat program salah, seolah-olah orang itu memerlukannya sebagai kebutuhan pokok. Terjadi kecanduan atau ketergantungan. Dalam keadaan ketergantungan, pecandu merasa sangat tidak nyaman dan kesakitan. Baginya, tidak ada lagi yang lebih penting daripada mendapatkan zat yang menyebabkan dia ketagihan itu. Untuk mendapatkan itu dia dapat melakukan tindakan kriminal apa pun, seperti mencuri, menipu, bahkan membunuh. 

Konsumsi narkoba secara terus-menerus dapat menyebabkan peningkatan toleransi tubuh sehingga pemakai tidak dapat mengontrol penggunaannya dan cenderung untuk terus meningkatkan dosis pemakaian sampai akhirnya tubuhnya tidak dapat menerima lagi, keadaan ini yang disebut overdosis.

 

Begitu besar bahaya narkoba terhadap kinerja otak manusia, untuk itu tidak dibenarkan kepada masyarakat untuk tidak menyalahgunakan narkoba.

Penyalahgunaan Narkotika Membuat Jantung Rusak

Parent Category: berita 2016 Category: artikel 2016
Created: Monday, 31 October 2016 Last Updated: Tuesday, 24 April 2018 Published: Monday, 31 October 2016

 

Penyalahgunaan Narkotika dapat menyebabkan banyak gangguan kesehatan pada tubuh kita salah satunya dapat menggangu kesehatan jantung. Zat-zat dalam narkoba dapat merusak secara permanen organ yang berfungsi memompa sirkulasi darah ini dan yang lebih berbahaya lagi kerusakan yang ditimbulkan akibat narkoba lebih sulit penanganannya dibandingkan dengan kerusakan jantung lainnya.

Hal ini diperkuat oleh pernyataan dokter spesialis jantung dari Rumah Sakit (RS) Jantung Diagram, Depok, Jawa Barat, Teuka Istia Muda “Kebanyakan pasien pengguna narkoba yang datang ke rumah sakit itu sudah fatal” ujarnya pada media gathering bertajuk Efek Penyalahgunaan Narkoba Bagi Kesehatan Jantung yang di gelar dirumah sakit tersebut.

Beliau menjelaskan zat-zat dalam narkoba jenis kokain, amfetamin, dan ekstasi menyebabkan peningkatan hormon katekolamin yang membuat kinerja jantung jadi sangat cepat hingga membuat jantung berhenti bekerja, LSD/ mushroom meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah, walaupun kadar peningkatan yang ditimbulkan tidak sejauh seperti yang disebabkan oleh golongan kokain dan amfetamin. Efek yang jarang terjadi tetapi cukup serius adalah gangguan irama jantung berupa takiaritma dimana denyut jantung meningkat menjadi sangat cepat, dan sebaliknya ada juga jenis narkoba yang menurunkan kinerja jantung  seperti ganja, morfin, dan sejenisnya. Penyalahgunaan narkoba dapat menyebabkan ketergantungan, semakin besar dosis yang dikonsumsi, semakin besar pula efeknya dalam menurunkan kinerja jantung hingga dapat berakibat fatal seperti memicu shocked dan henti jantung.

  Untuk narkoba jenis suntik, dampaknya lebih serius lagi. Jarum suntik rentan terpapar kuman. Jarum suntik yang dipakai bergantian antarsesama pengguna narkoba bisa menjadi media penularan penyakit diantara mereka. Penggunaan jarum suntik yang tidak seteril itu sangat beresiko menularkan penyakit, selain itu kuman dan jamur yang ikut masuk lewat jarum bisa sampai ke organ jantung dan merusak dinding bagian dalam rongga jantung

 

Narkoba memiliki segudang bahaya bagi kesehatan tubuh terutama bagi jantung kita oleh karena itu hindari penyalahgunaan terhadap narkoba untuk jantung yang sehat. (ars)

Dampak Janin Akibat Sang Ibu Pecandu Narkotika

Parent Category: berita 2016 Category: artikel 2016
Created: Monday, 31 October 2016 Last Updated: Tuesday, 24 April 2018 Published: Monday, 31 October 2016

 

Saat seorang wanita sedang mengandung maka wanita tersebut harus menerapkan hidup sehat dengan senantiasa mengonsumsi makan bergizi. Hal itu berguna untuk menjaga kesehatan sang ibu dan bayi di dalam kandungan. Bagaimana jika wanita hamil itu seorang Pecandu Narkotika? Saat sedang mengandung apa pun yang dikonsumsi oleh sang ibu juga akan di konsumsi oleh bayi. Jika mengonsumsi makanan yang sehat, bayi akan merasakan manfaatnya dan sebaliknya, jika yang dimasukkan ke dalam tubuh adalah obat-obatan terlarang, maka bayi juga bisa memperoleh dampak buruknya karena tiap zat yang masuk ke tubuh seorang ibu akan mengalir melalui pembuluh darah ke plasenta dan kemudian ke bayi.

Melalui plasenta, bayi mendapatkan asupan agar bisa tumbuh. Jadi jika mengonsumsi obat-obatan terlarang, meski kadarnya sedikit, tetap bisa memengaruhi kondisi bayi dalam kandungan dan pada saat dia dilahirkan. Berikut ini adalah jenis obat-obatan terlarang yang dikonsumsi saat hamil dan efeknya pada bayi.

 

Heroin

Menggunakan heroin selama kehamilan bisa menimbulkan bahaya serius kepada bayi. Salah satunya adalah terhambatnya pertumbuhan bayi dalam kandungan. Perkembangan otak bayi juga berisiko terganggu. Keguguran, melahirkan bayi secara prematur dan lahir mati juga bisa terjadi akibat penggunaan heroin. Ketika baru dilahirkan, bayi berisiko mengalami kesulitan dalam bernapas dan gejala putus obat. Setelahnya, ketika dia tumbuh besar, tingkah lakunya berisiko lebih bermasalah dibanding anak lainnya.

Kokain

Menggunakan kokain saat hamil bisa menyebabkan keguguran, terutama saat awal-awal kehamilan. Bayi juga bisa terkena stroke, gangguan pernapasan,serangan jantung, atau kerusakan otak yang bisa menyebabkan kematian. Jika akhirnya bisa melalui masa-masa kehamilan, maka bayi akan terlahir dengan segudang masalah. Bayi berkemungkinan terlahir dengan berat badan yang rendah dan kesulitan untuk minum ASI.

Saat dia tumbuh dewasa, kondisi fisik dan mentalnya berisiko terganggu. Dia juga berpotensi memiliki IQ yang rendah. Hal tersebut bisa berdampak pada masa depannya.

Mariyuana / Ganja

Jika mengisap ganja saat sedang mengandung, Anda berisiko melahirkan bayi secara prematur. Tidak hanya itu, bayi juga akan terlahir dengan berat badan rendah, berikut komplikasi lainnya. Kebiasaan ini juga dapat meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

Saat proses kelahiran, bayi juga lebih mudah terkejut dan gelisah. Bayi bisa mengalami gejala putus obat yang ditandai dengan tangisan yang berlebihan serta tubuh yang gemetaran. Mengalami gangguan belajar saat dia tumbuh dewasa juga dapat terjadi. Kemampuan anak untuk menghafal dan berkonsentrasi terganggu.

Solusi Terbaik

Jika menggunakan obat terlarang terutama secara reguler dan sedang hamil, temui dokter, diskusikan cara terbaik untuk berhenti. Ada jenis obat narkotika tertentu yang perhentiannya perlu dilakukan secara bertahap dan tidak secara langsung karena berisiko berdampak buruk. Selain itu, bantuan medis akan sangat bermanfaat jika sang ibu telah mengalami kecanduan. Berterus terang kepada dokter atau bidan bahwa Anda seorang pecandu agar mereka dapat memberikan perawatan dan perhatian khusus kepada kehamilan Anda.

Kondisi kesehatan wanita hamil tidak sama seperti wanita normal pada umumnya. Kondisi mereka lebih sensitif alias banyak pantangannya, terutama yang berhubungan dengan asupan gizi. Jadi usahakan untuk selalu menjaga asupan nutrisi ketika sedang hamil. Konsultasikan kepada dokter mengenai apa saja yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi.

 Sebisa mungkin, jika Anda berencana ingin hamil, pastikan tubuh dalam keadaan sehat dan terhindar dari zat-zat berbahaya. Seorang ibu yang baik akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk buah hatinya dan tidak akan mencelakainya. Oleh karena itu, tanamkan selalu pola hidup sehat demi mencetak generasi yang cemerlang dan bebas dari narkoba. (Ars)