MENGENAL ADIKSI DIDALAM PENYALAHGUNA NARKOBA

Parent Category: berita 2017 Category: artikel 2017 Created: Friday, 22 December 2017 Last Updated: Friday, 22 December 2017 Published: Friday, 22 December 2017



Adiksi atau kecanduan adalah merupakan
penyakit kompleks yang mempengaruhi komponen biologis, psikis, dan social dimana kondisi ketergantungan fisik dan mental terhadap hal-hal tertentu yang menimbulkan perubahan perilaku bagi orang yang mengalaminya. Dalam adiksi, terdapat tuntutan dalam diri penyalahguna narkoba untuk menggunakan secara terus menerus dengan disertai peningkatan dosis terutama setelah terjadinya ketergantungan secara fisik dan psikis serta terdapat pula ketidak mampuan untuk mengurangi atau menghentikan konsumsi narkoba meskipun sudah berusaha keras.

Adiksi atau ketergantungan terhadap narkoba merupakan suatu kondisi dimana seseorang mengalami ketergantungan secara fisik dan psikologis terhadap suatu zat adiktif.   

Menurut Dennis L. Thombs dalam bukunya yang berjudul Introduction To Addictive Behaviors menjelaskan bahwa adiksi merupakan sebuah penyakit yang dijelaskan sebagai Model penyakit kecanduan. Sebuah paradigma baru mengenai adiksi yang telah berkembang dalam beberapa dasawarsa terakhir adalah apa yang disebut dengan Disease Model (Model Penyakit), yaitu sebuah pandangan yang menganggap Adiksi atau kecanduan sebagai sebuah penyakit. Pandangan ini menganggap bahwa seseorang menjadi pecandu bukan karena kesalahan dari diri orang tersebut ataupun lingkungannya. Akan tetapi karena memang berkembangnya sebuah penyakit yang bernama adiksi dalam diri orang tersebut. Penyakit adiksi ini bersifat kronis, progresif, dan fatal.

Adiksi atau kecanduan memiliki beberapa sifat yang kerap muncul pada individu yang memiliki masalah adiksi, yaitu:

·          Hilangnya kendali (Kontrol)

·          Konsekuensi yang merugikan akibat penggunaan NAPZA (Paksaan)

·         tetap menggunakan walaupun telah mengalami konsekuensi negatif dan terjadi berkepanjangan (Kronisitas)

Beberapa faktor risiko yang diduga mempengaruhi kerentanan seseorang untuk mengalami kecanduan adalah sebagai berikut :

·         Genetika

·          Usia muda

·          Trauma masa kecil (kekerasan, seksual)

·          Gangguan ADD / ADHD

·          Gangguan mental seperti depresi dan psikosis

Bagi para penyalahguna, sesorang didalam kondisi kecanduan akan menggunakkan Narkoba untuk mendapatkan rasa nyaman dari intervensi untuk meningkatkan kondisi sebelumnya didalam keadaan fisik dan psikis yang muncul dari ketidaknyamanannya apabila tidak menggunakkan Narkoba yang malah terjadi adalah sebaliknya, mereka akan makin terjerumus ke dalam penyalahgunnaan. Sebenarnya untuk mereka bisa meninggalkan adiksi mereka secara penuh mereka harus bisa keluar lingkungannnya

Berbagai macam pola negative (fisik, psikis, dan perilaku) mendorong penyalahguna narkoba untuk harus mengkonsumsi narkoba, hal ini akan memperburuk kembali keadaan fisik dan psikisnya dan akan membentuk perilaku yang semakin negatif.

Adiksi secara medis tidak dapat disembuhkan. Pulih merupakan istilah yang lebih tepat dalam menggambarkan upaya seseorang mengatasi penyakit ini. Memotivasi individu yang mengalami ketergantungan Narkoba untuk untuk menghentikan penggunaannya bukan merupakan hal yang mudah. Pemulihan (recovery) Seorang Penyalahguna Narkoba didalam hidupnya harus tetap dibantu oleh keluarga dan lingkungannya untuk tetap dibantu dalam pemulihannya. Yang dimulai dengan memandang positif pengguna dan penerimaan mereka kedalam masyarakat, dan juga dengan melakukan stabilitasi fisik dari penyalahguna

 

(PS 2017) Hits: 253