MENGENAL TEMBAKAU GORILA

Parent Category: berita 2017 Category: artikel 2017 Created: Wednesday, 20 December 2017 Last Updated: Wednesday, 20 December 2017 Published: Wednesday, 20 December 2017

Media pada saat ini sedang gempar dengan munculnya tembakau jenis baru yang disebut sebagai tembakau gorilla, tetapi banyak orang-orang tidak mengetahui bahwa sekarang tembakau gorilla telah termasuk dalam golongan Narkotika yaitu Golongan I.

Menteri Kesehatan telah memasukkan tembakau gorilla ini ke dalam Permenkes No 2 Tahun 2017 sebagai narkotika Golongan I. Dari hasil pemeriksaan laboratorium, tembakau gorilla ini memiliki efek yang sama dengan Narkotika golongan I seperti heroin,ganja, kokain, opium, dan morfin.

Tembakau Gorila pada saat ini belum di ketahui asal usulnya. Tetapi yang bisa diketahui melalui uji tes laboratorium dari urin dan rambut efeknya bisa mendekati ganja apabila dikonsumsi akan menimbulkan euforia, halusinasi, rasa gembira yang berlebihan dan ketergantungan.

Meskipun pada tahun 2015 tembakau gorilla telah di pasarkan secara terang-terangan melalui media social seperti Facebook, Twitter, dan Instagram. Dikarenakan tembakau gorilla pada saat itu belum ada undang-undang yang mengatur. Biarpun begitu ternyata tembakau pada tembakau gorilla dicampur dengan 5-fluoro-ADB (Methyl (R)-2-[1-(5-fluoropentyl)-1H-indazole-3-carboxamido]-3,3-dimethylbutanoate) yang juga merupakan golongan sintetik cannabinoid.Senayawa ini dideteksi pertama kali oleh Balai Lab Narkoba BNN dalam bentuk kemasan serbuk berwarna putih pada Oktober 2016. Namun pada bulan Januari tahun 2017 ternyata telah ditemukan dalam campuran tembakau dengan kemasan jual bernama tembakau “Ganesha”. Penggunaaan senyawa ini diketahui dapat menyebabkan asfiksia (gagal nafas), sianosis (kebiruan pada kulit), depresi, diare, dizziness (pusing), drowsiness (mengantuk), excitement (kesenangan), mual muntah, ruam, hingga kematian.
Hits: 211