PENGGUNAAN JENIS-JENIS NARKOBA TERBANYAK MENURUT BNN DI INDONESIA

Parent Category: berita 2017 Category: artikel 2017 Created: Wednesday, 20 December 2017 Last Updated: Wednesday, 20 December 2017 Published: Wednesday, 20 December 2017

Di Indonesia Narkoba sudah mencangkup seluruh lingkup masyarakat, dimulai dari yang kaya dan miskin semuanya telah disusupi oleh Bandar dan gembong Narkoba. Dimulai dari harga mahal maupun harga termurah. Berdasarkan data Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) dari seluruh Narkoba yang tersebar, ada 3 jenis yang paling popular yaitu  ganja, Amphetamine Type Stimulants (ATS), serta Obat-obatan Daftar G.

Ganja merupakan Narkoba Golongan Jenis 1 yang paling popular dikalangan anak muda, dikarenakan rasa ingin tahu mereka tinggi dimasa sekolah, yang dimana Ganja berbentuk yang mirip seperti rokok dan harganya yang murah dan terjangkau lain dengan Heroin yang harganya bisa berkisar Rp 1.800.000. jauh dengan harga sepaket Ganja yang sekitar Rp 50.000

Sedangkan Narkoba jenis ATS memiliki fungsi Stimulan dan berbeda dengan Narkoba tipe lain yang akan menimbulkan setelah pemakaian, Narkoba berjenis ATS atau Narkoba sintesis tidak menimbulkan sakau. Berjenis Sabu dan ekstasi. Namun biarpun begitu Narkoba berjenis ATS tetap berbahaya, karena jenis juga dapat menimbulkan kerusakan saraf otak dan mengakibatkan ketagihan.

Narkoba jenis bukanlah Narkotika, tetapi tetap termasuk didalam obat keras dan dapat menimbulkan efek-efek tertentu, obat jenis ini biasanya terdapat pada obat batuk dan obat anti Parkinson. Contoh obat daftar yang popluer dan sering disalahgunakan adalah obat Trihexypenidyl (THP) yang disebut Trihex. Yang disebut juga sebagai pil kuning oleh remaja muda. Trihex digunakan didalam pengobatan Parkinson, dan berfungsi sebagai pengurang efek tremor yang dialami oleh pasien penyakit Parkinson. Pil kuning sendiri apabila digunakan dalam jumlah banyak akan mempengaruhi otak, pengurangan fungsi Kognitif dan daya pikir dan dalam jumlah banyak dan penggunaan secara rutin akan menurunkan daya pikir.



(PS 2017)
Hits: 422