TAHAP – TAHAP REHABILITASI PENYALAHGUNA NARKOBA

Parent Category: berita 2017 Category: artikel 2017 Created: Thursday, 28 December 2017 Last Updated: Sunday, 22 April 2018 Published: Thursday, 28 December 2017

Sebagian penyalahguna Narkoba pada awalnya dilakukan upaya coba-coba dalam lingkungan sosial. Semakin rutinnya pemakaian, maka risiko kecanduan semakin tinggi. Jika terus dilanjutkan, maka dosis Narkoba yang digunakan juga akan semakin besar untuk mencapai kondisi yang diinginkan. Hingga pada puncak tidak bisa lagi hidup tanpa Narkoba.

Penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) menunjukkan tanda darurat Narkoba di Indonesia. Salah satu upaya untuk menyelamatkan para pengguna dari belenggu Narkoba. Untuk itu ada beberapa tahapan rehabilitasi Narkoba yang perlu dilakukan.

Data yang diperoleh dari survei Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Pusat Penelitian Kesehatan UI tahun 2008 menunjukkan angka prevalensi pengguna Narkoba sekitar 1,9% dari seluruh penduduk Indonesia, dengan kisaran usia 10 sampai 60 tahun. Dalam tiga tahun kemudian, angka prevalensi meningkat menjadi 2,2%. Yang berarti sekitar 4 juta penduduk Indonesia tercatat sebagai penyalahguna Narkoba.

Kunci rehabilitasi Narkoba adalah melakukannya secepat mungkin. Untuk itu diperlukan dokter spesialis ketergantungan Narkoba dengan bantuan psikiater ataupun konselor khusus di bidang ini. Ada dua cara yang bisa kita lakukan kepada para penyalahguna Narkoba  yaitu

Pengobatan medis

Penanganan melalui obat-obatan akan dilakukan melalui pengawasan dokter, tergantung dari jenis Narkoba yang digunakan. Pengguna Narkoba jenis Heroin atau morfin, akan diberikan terapi obat seperti methadone dan  buprenorfin. Obat ini akan membantu mengurangi keinginan memakai Narkoba, yang diharapkan dapat mencegah penyakit seperti hepatitis C dan HIV hingga kematian.

Obat jenis lain yang dapat digunakan untuk membantu rehabilitasi Narkoba yaitu naltrexone. Hanya saja obat ini memiliki beberapa efek samping dan hanya diberikan pada pasien rawat jalan, setelah pengobatan detoksifikasi dilakukan di lokasi rehabilitasi. Naltrexone akan menghalangi efek Narkoba berupa euforia (perasaan senang yang berlebihan dalam hal ini karena efek obat) dan ketagihan.

Konseling

Salah satu proses yang harus dilakukan konselor pertama kali yaitu meyakinkan penyalahguna Narkoba bahwa ia mengalami kecanduan. Sebab, seorang penyalahguna Narkoba yang masih dalam tahap penyangkalan akan sulit diajak bergabung dalam rehabilitasi untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

Konseling yang dilakukan oleh konselor terhadap pengguna Narkoba dalam rehabilitasi akan membantu si pengguna mengenali masalah atau perilaku yang memicu ketergantungan tersebut. Konseling biasanya dilakukan secara individu. Meski demikian, tak tertutup kemungkinan untuk melakukan konseling secara berkelompok.

Konseling bertujuan untuk membantu program pemulihan, seperti memulai kembali perilaku hidup sehat ataupun strategi menghadapi situasi yang berisiko penggunaan Narkoba kembali terulang. Konselor bertanggung jawab untuk mengenali bagaimana kecanduan Narkoba pada seseorang secara keseluruhan, sekaligus memahami lingkungan sosial yang ada di sekitarnya untuk mencegah terulangnya penyalahgunaan Narkoba
Hits: 388