PUSLITDATIN BNN Ungkap Angka Prevalensi Provinsi Bengkulu Menurun

Category: Uncategorised Published: Thursday, 18 February 2016 Written by Super User

enyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba saat ini sudah tersebar diseluruh pelosok wilayah Indonesia. Masalah narkoba sudah merupakan trans nasional crimed yang terorganisir dan sangat meresahkan seluruh lapisan masyarakat. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Data dan Informasi (PUSLITDATIN) Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia, diperoleh angka prevalensi penyalahgunaan narkoba secara nasional pada tahun 2015 yaitu 2.20% atau setara dengan 4.089.029 orang penyalahguna yang terdiri atas : 1.599.836 orang kelompok coba pakai, 1.511.035 orang kelompok teratur pakai, 68.902 orang kelompok pecandu suntik serta 918.256 orang kelompok pecandu non suntik. Angka prevalensi 2.20% atau setara dengan 4.089.029 orang  dengan indikasi 41 orang setiap hari meninggal dunia akibat penyalahgunaan narkoba.

 

Berdasarkan hasil survei tahun 2015 diatas diperoleh juga angka prevalensi untuk Provinsi Bengkulu, dilakukan pada penduduk Bengkulu dengan populasi 1.392.800 pada usia 10-59 tahun sebesar 1,62%  atau setara dengan 22.605 orang. Adapun rincian dari 22.605 orang tersebut yaitu 13.481 kelompok coba pakai, 7.886 orang kelompok teratur pakai, 451 orang kelompok pecandu suntik serta 787 orang kelompok pecandu non suntik. Dalam hal ini, terdapat penurunan angka prevalensi jika dibandingkan dengan tahun 2014. Pada tahun 2014, angka prevalensi untuk Provinsi Bengkulu yaitu 1,88 % atau setara dengan 25.784 orang dari 1.370.000 orang pada usia 10-59 tahun. Adapun rincian dari 25.784  orang tersebut yaitu 15.649 kelompok coba pakai, 8.853 orang kelompok teratur pakai, 774 orang kelompok pecandu suntik serta 508 orang kelompok pecandu non suntik. Untuk lebih jelasnya disajikan dalam grafik berikut ini:

Berdasarkan grafik diagram batang diatas dapat dilihat secara keseluruah terjadi penurunan, namun pada kelompok pecandu suntik terjadi peningkatan dari 508 orang pada  tahun 2015 menjadi 787 orang pada tahun 2015. Hal tersebut perlu menjadi perhatian kita, karena pada kenyataannya di lapangan bahwa adanya pecandu suntik sangatlah rawan terjangkit HIV AIDS. Seperti kita ketahui bersama bahwa HIV AIDS sampai hari ini belum ada obatnya sehingga pencegahan dini harus kita lakukan, mengingat bahwa mencegah lebih baik dari pada mengobati. Oleh karena itu, Badan Narkotika Nasional Provinsi Bengkulu mengajak seluruh komponen masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan akan bahaya narkoba. Sebagai bahan referensi, bersama ini kami sajikan hasil tabulasi angka prevalensi berdasarkan hasil survei Pusat Penelitian Data dan Informasi (PUSLITDATIN) Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia dari tahun ke tahun yaitu sebagai berikut :

Hits: 1578