Rapat Koordinasi Program pada Institusi Pelaksana Pascarehabilitasi Tahun 2018 di Ruang Rapat BNN Kota Bengkulu.

Parent Category: Berita 2018 Category: BID REHABILITASI 2018
Created: Tuesday, 15 May 2018 Last Updated: Tuesday, 15 May 2018 Published: Tuesday, 15 May 2018


Pada Hari Selasa, tanggal 08 Mei 2018
Pukul 08.00 Wib s.d 17.15 Wib
 
Telah dilaksanakan Rapat Koordinasi Program pada Institusi Pelakasana Pascarehabilitasi di Ruang Rapat BNN Kota Bengkulu yang dihadiri oleh 20 orang peserta yang berasala dari:
Dinas Sosial, Dinas ketenagakerjaan dan transmigrasi, Balai Latihan Kerja (BLK), POLDA, POLRES, Klinik Dehasen, Klinik Gereja, Bank BRI, BNK Kota Bengkulu, BNK Bengkulu Selatan, Yayasan Kipas, Yayasan DWIN Foundation, Pendamping Pasca BNNP Bengkulu, RSKJ Soeprapto Daerah Bengkulu.
 
Narasumber: 
1.Ibu Essi Septia Erza, SE (Kasubdit Pascarehabilitasi BNN RI) 
2. Ibu drg. Febriana Kusuma, DM (Kasi Pascarehabilitasi BNN RI).
3. Bapak Supratman,SH( Kabid  Rehabilitasi BNNP Bengkulu) 
4. Ibu Vera Febriana, S.Psi.Psikolog (Kasi Pascarehabilitasi BNNP Bengkulu).
 
Kegiatan Rapat dibuka oleh Kabid BNN Provinsi Bengkulu Bapak Supratman, SH. Dalam pemaparan / penyampaian materi oleh beberapa  narasumber dan pada akhir kegiatan rakor ini di dapat beberapa kesimpulan yaitu sebagai berikut:
1. Diperlukannya kebijakaan yang lahir yang mengatur tentang regulasi bahwa P4GN dapat berkerjasama/berkoordinasi dengan instansi lain (sinkronisasi terpadu), seperti Dinsos dan BLK, agar klien yang sudah selesai menjalani layanan pascarehabilitasi dapat diberikan pelatihan keterampilan dan diberikan modal untuk usaha, sehingga klien dapat pulih dan meningkatkan taraf hidupnya.
2. Program Pascarehabilitasi dari BNN pusat sedang mencanangkan pelatihan vokasional skill yang lebih "masuk akal" dan bervariasi yang dapat diterapkan langsung oleh mantan pecandu.
2. Optimalisasi layanan pascarehabilitasi via telpon selama proses pemantauan klien untuk mengetahui kestabilan roda kehidupan klien, karena jika nilai roda tidak stabil di beberapa titik, hal itu dapat menjadi pemicu untuk relapse.
3. Optimalisasi peran Komponen Masyarakat dan yayasan yang menangani rehabilitasi, seperti DWIN foundation, Kipas, dll. 
4. Hambatan yang masih dihadapi oleh layanan pascarehabilitasi BNNP bengkulu masih didominasi dari klien sendiri, seperti klien merasa sudah pulih, klien sudah merasa bosan dengan layanan, klien tidak mau mengikuti layanan karena alasan pekerjaan, dan motivasi klien yang rendah. Hambatan lain juga berasal dari internal, seperti konselor belum cukup kompeten, sehingga diperlukannya pelatihan lagi kedepannya.
 
Selasa, 08 Mei 2018
 
---------------------------------------------
#Sie. Pascarehabilitasi
#Bidang Rehabilitasi
#BNNP Bengkulu
#STOP NARKOBA ⛔

Kegiatan Rapat Kerja BNNP dan BNNK/Kota Tahun 2018 “Sinergitas dan Optimalisasi layanan Rehabilitasi Narkoba “

Parent Category: Berita 2018 Category: BID REHABILITASI 2018
Created: Thursday, 03 May 2018 Last Updated: Thursday, 03 May 2018 Published: Thursday, 03 May 2018


Pada hari ini Rabu, tanggal 2 Mei 2018 pukul 09.00 s.d. Selesai, bertempat di Hotel Madeline, Bengkulu sedang berlangsung Kegiatan Rapat Kerja BNNP dan BNNK/Kota Tahun 2018 “ Sinergitas dan optimalisasi layanan rehabilitasi Narkoba” . Adapun kegiatan ini dilaksanakan sesuai rujukan Sprint/427/Ka/Rh/III/2018/BNNP-BKL tgl 26 April 2018
 
Yang menjadi narasumber pada kegiatan ini adalah: 
 
1. Brigjenpol Drs. Nugroho Aji Wijayanto SH MH 
2. Supratman SH
3. Evi Susianti SH
 
Hadir dalam acara ini sebanyak 20 orang peserta, terdiri dari perwakilan instansi pemerintah dari 5 org peserta dari BNNKab BS dan yayasan Dwin Foundation dan 15 peserta dari BNN Kota RSKJ Soeprapto dan UPTD PKM di Kota.
 
Dihari pertama tgl 2 Mei 2018:
 
Acara dibuka oleh Kabid Rehab Pak Supratman SH sekaligus menyampaikan materi: 
* Dasar hukum pelaksanaan rehab dan standar layanan rehab
* Arah kebijakan Bidang Rehab dan Pasca rehab BNN
* Standar layanan minimal rehabilitasi
* Pencapaian kinerja rehab tahun 2017 
* Hasil Evaluasi kinerja bid rehab bnnp bklu
* Pencapaian kinerja bid rehab triwulan I tahun 2018 dan bulan berjalan
 
 
dilanjutkan pula pemaparan pencapain kinerja bid rehab dari BNNKota dan BNN Kab Bengkulu Selatan tahun 2017 dan triwulan I tahun 2018. 
 
Kemudian materi kedua disampaikan oleh Kasie PLR Ibu Evi Susianti SH tentang: 
* Rehabilitasi dan alur rehabilitasi
* Instrumen Asist 
* Pencatatan dan Pelaporan hasil asesmen klien IPWL 
* Alur TAT 
* Pencatatan dan pelaporan rekomendasi hasil TAT
 
Pada kegiatan rapat ini diharapkan dpt terjalin sinergitas dan optimalisasi layanan rehab melalui hasil Evaluasi Kinerja bid rehab tahun 2017 dan pengimplementasiannya pada tahun 2018.
 
DUM
Bengkulu, 2 Mei 2018
 
#Stop Narkoba
#Sie PLR
#Bid Rehab

Group Therapy 4 Layanan Pascarehabilitasi Reguler BNNP Bengkulu Tahap 4

Parent Category: BID REHABILITASI 2018 Category: SIE PASCA REHABILITASI 2018
Created: Tuesday, 15 May 2018 Last Updated: Tuesday, 15 May 2018 Published: Tuesday, 15 May 2018
Pada hari Selasa, Tanggal 08 Mei 2018 telah dilaksanakan Kegiatan Group Therapy 4 Layanan Pascarehabilitasi Reguler BNNP Bengkulu Tahap 4.
 
Yang Menjadi Narasumber dalam kegiatan kali ini adalah Delviana Sagitha dari DWIN Foundation Curup, dengan tema pertemuan "The Power of Faith (Kekuatan Sebuah Keyakinan)" Dengan jumlah peserta yang Hadir sebanyak 10 Orang. 
 
Yang menjadi peserta dalam kegiatan kali ini adalah klien rawat jalan dan rawat inap yang telah selesai menjalani program rehabilitasi di Yayasan DWIN Foundation Curup Kabupaten Rejang Lebong. Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi dan mamantau klien agar tidak  kembali melakukan penyalahgunaan narkoba.
 
Dari pemaparan materi yang disampaikan pada kegiatan kali  ini, ada beberapa hal yang dapat disimpulkan yaitu keyakinan adalah asumsi dan kepercayaan yang dianggap benar oleh seorang individu atau kelompok, mengenai konsep, kejadian, orang-orang dan hal-hal tertentu. Langkah-langkah untuk menjadi yakin adalah percaya terhadap diri sendiri, katakan "saya bisa!", dan menjadikan tiap hal menjadi mungkin. Hal tersebut dapat terjadi ketika individu/klien memiliki positif mindset atau kekuatan untuk berubah ke arah yang lebih baik. Untuk memiliki keyakinan (faith) dalam diri, klien harus meningkatkan kekuatan emosi dan keyakinan pada diri sendiri, karena sukses bukan datang dari apa yang diberikan orang lain, tetapi sukses datang dari keyakinan dan kerja keras yang dilakukan oleh diri sendiri.
 
Kegiatan berlangsung dari pukul 09.00 - 12.00 WIB dan berlokasi di Yayasan DWIN Foundation Curup Kabupaten Rejang Lebong.

Bengkulu 08-05-18
---------------------------------------------
#Sie. Pascarehabilitasi
#Bidang Rehabilitasi
#BNNP Bengkulu
#STOP NARKOBA ⛔

Group Therapy 2 Layanan Pascarehabilitasi Reguler BNNP Bengkulu Tahap 4

Parent Category: BID REHABILITASI 2018 Category: SIE PASCA REHABILITASI 2018
Created: Tuesday, 24 April 2018 Last Updated: Tuesday, 24 April 2018 Published: Tuesday, 24 April 2018

 
Pada hari Selasa, Tanggal 24 April 2018 telah dilaksanakan Kegiatan Group Therapy 2 Layanan Pascarehabilitasi Reguler BNNP Bengkulu Tahap 4.
 
Yang Menjadi Narasumber dalam kegiatan kali ini adalah Staf pendamping Yayasan DWIN Foundation Curup, Bapak Tomi Lesmana, dengan tema pertemuan "Introduksi Motivasi dan Tahap Perubahan" Dengan jumlah peserta yang Hadir sebanyak 10 Orang. 
 
Yang menjadi peserta dalam kegiatan kali ini adalah klien rawat jalan dan rawat inap yang telah selesai menjalani program rehabilitasi di Yayasan DWIN Foundation Curup Kabupaten Rejang Lebong. Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi dan mamantau klien agar tidak  kembali melakukan penyalahgunaan narkoba.
 
Dari pemaparan materi yang disampaikan pada kegiatan kali  ini, ada beberapa hal yang bisa disimpulkan yaitu Untuk melakukan perubahan, klien memerlukan motivasi. Motivasi ada yang berasal dari dalam diri (internal) seperti status emosi, tujuan dalam hidup, persepsi tentang risiko, dan penilaian kognitif situasi. Motivasi juga ada yang berasal dari luar atau lingkungan (eksternal) seperti dari keluarga dan teman, pengalaman, serta dukungan masyarakat. Dalam proses perubahan, ada beberapa tahap yang terjadi yaitu:
1. Pre-kontemplasi (tidak siap), dimana klien belum berniat untuk merubah perilaku.
2. Kontemplasi, dimana klien memulai perilaku sehat dalam  bulan kedepan).
3. Persiapan, dimana klien mulai mengambil tindakan dalam 30 hari kedepan.
4. Aksi, dimana perilaku klien berubah 6 bulan terkahir.
5. Pemeliharaan, dimana klien mengubah perilaku lebih dari 6 bulan yang lalu.
 
Kegiatan berlangsung dari pukul 09.00 - 12.00 WIB dan berlokasi di Yayasan DWIN Foundation Curup Kabupaten Rejang Lebong.
 
     Bengkulu
         24-04-18
---------------------------------------------
#Sie. Pascarehabilitasi
#Bidang Rehabilitasi
#BNNP Bengkulu
#STOP NARKOBA ⛔

Group Therapy 3 Layanan Pascarehabilitasi Reguler BNNP Bengkulu Tahap 4

Parent Category: BID REHABILITASI 2018 Category: SIE PASCA REHABILITASI 2018
Created: Thursday, 03 May 2018 Last Updated: Thursday, 03 May 2018 Published: Thursday, 03 May 2018


Pada hari Selasa, Tanggal 01 Mei 2018 telah dilaksanakan Kegiatan Group Therapy 3 Layanan Pascarehabilitasi Reguler BNNP Bengkulu Tahap 4.
 
Yang Menjadi Narasumber dalam kegiatan kali ini adalah Staf Sicologi DWIN Foundation Curup, Ibu Mery Patrianingsih, S.Psi, dengan tema pertemuan "Mengenal Perilaku dan Komunikasi Asertif" Dengan jumlah peserta yang Hadir sebanyak 10 Orang. 
 
Yang menjadi peserta dalam kegiatan kali ini adalah klien rawat jalan dan rawat inap yang telah selesai menjalani program rehabilitasi di Yayasan DWIN Foundation Curup Kabupaten Rejang Lebong. Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi dan mamantau klien agar tidak  kembali melakukan penyalahgunaan narkoba.
 
Dari pemaparan materi yang disampaikan pada kegiatan kali  ini, ada beberapa hal yang bisa disimpulkan yaitu 
Perilaku asertif adalah perilaku dimana individu mampu mengekspresikan pikiran, perasaan dan keinginan secara tepat, jujur, terbuka, bertanggung jawab, langsung mengarah ke tujuan, penuh percaya diri dan teguh pada pendiriannya tanpa ada perasaan cemas, tanpa menyakiti dan tanpa melanggar hak2 orang lain. Sedangkan, komunikasi asertif adalah sikap dimana seseorang mampu berkomunikasi dengan orang lain tentang apa yang dirasakan dan dipikirkan secara jujur tanpa melanggar hak-hak orang lain.
Ciri-ciri individu asertif yaitu:
1. Mempunyai kemampuan untuk jujur
2. Bersifat terbuka
3. Mampu mengambil inisiatif
4. Bersedia meminta informasi dan bantuan dari orang lain
5. Dapat mengatasi konflik
6. Mempunyai kepuasaan diri dan kepercayaan diri.
 
Langkah-langkah untuk menjadi asertif yaitu antara lain menjadi pendengar aktif, mengatakan apa yang dipikirkan dan rasakan, mengatakan apa yang diharapkan (berani),serta menggunakan penyataan saya (statement) dan bukan Anda atau orang lain spesifik dan jangan umum.
 
Kegiatan berlangsung dari pukul 09.00 - 12.00 WIB dan berlokasi di Yayasan DWIN Foundation Curup Kabupaten Rejang Lebong.
 
     Bengkulu
         01-05-18
---------------------------------------------
#Sie. Pascarehabilitasi
#Bidang Rehabilitasi
#BNNP Bengkulu
#STOP NARKOBA ⛔

Subcategories