Tembakau Gorilla Positif Mengandung Ganja Sintetis

Category: Uncategorised Published: Thursday, 25 August 2016 Written by Super User

 

Mungkin Anda pernah dengar tentang Tembakau Super Cap Gorilla yang akhir-akhir ini sedang menggila di lingkungan masyarakat kita karena konon katanya efek yang ditimbulkan setelah menghisap tembakau Super Cap Gorilla yang dapat dibentuk seperti lintingan rokok memberikan efek halusinasi seperti ditindih oleh seekor Gorilla yang besar sehingga badan terasa berat dan tidak bisa bergerak.

Tembakau Super Cap Gorilla ini termasuk dalam narkoba karena memiliki kandungan yang sangat berbahaya yaitu mengandung zat synthetic cannabinoids dan bahan kimia apesiminika yang berdasarkan hasil Laboratorium Badan Narkotika Nasional (BNN). Kedua zat tersebut biasanya di masukkan ke tembakau dengan cara di semprotkan. Synthetic cannabinoids atau disebut ganja sintetis merupakan campuran jenis-jenis narkoba yang diimpor masuk ke Indonesia. Narkoba ini muncul sejak 2007 dan terkenal dengan nama ekstasi herbal ataupun pensil hiperasin.

Disebut ganja sintetis karena zat ini mengandung tetrahydrocannabinol (THC) seperti tanaman ganja. Hanya saja sumbernya bukan dari ekstraksi ganja melainkan melaui proses kimia di laboratorium.

Efek orang yang mengghisap Tembakau Super Cap Gorilla memang seperti ditindih oleh Gorilla yang besar menurut pengakuan salah seorang penggunanya. Efeknya orang tersebut menjadi tidak bisa bergerak seperti zombie dan menimbulkan halusinasi. Orang yang baru coba-coba “ngegors” (istilah untuk mengisap tembakau gorila) biasanya akan panik karena tubuhnya jadi berat sedangkan pecandu yang sudah terbiasa akan muncul perasaan euforia berlebihan dan tertawa-tawa tanpa sebab.

Efek buruk yang dihasilkan ganja sintetik ini dapat mengancam nyawa manusia antara lain perasaan cemas yang sangat tinggi, detak jantung sangat cepat dan tekanan darah tinggi, mual dan muntah, kejang otot dan tremor, halusinasi intens dan gangguan psikotik, dan perasaan ingin bunuh diri dan atau melakukan tindakan yang berbahaya.

Meski Tembakau Super Cap Gorilla belum terdaftar kedalam Undang-Undang Narkotika dan Psikotropika tapi bisa menjerat pengedar tembakau super cap gorilla ini dengan Pasal 199 ayat (1) UU 36/2009, tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan dengan tidak mencantumkan peringatan berbentuk gambar yaitu dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Pengendalian tembakau lainnya jika merujuk pula pada ketentuan UU 36/2009, tidak melepaskan pula sanksi bagi para penikmatnya. Hal ini dapat dilihat berdasarkan amanat Pasal 199 ayat (2) UU 36/2009, tentang pelanggaran dengan sengaja kawasan yang dilarang untuk merokok dapat dikenakan pidana dengan denda paling banyak Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).

 

Efek ketergantungan dari zat ganja sintetis ini, tidak sebanding dengan kenikmatan palsu yang ditawarkan, apalagi dibandingkan dengan cita-cita dan masa depan yang tentunya akan terhalangi apabila sudah adiksi. Jalan satu-satunya adalah di rehabilitasi dengan biaya yang sangat mahal untuk pemulihan. Belum lagi efek-efek buruk dari narkoba yang tidak bisa disembuhkan seperti kerusakan otak. Sangat tidak sebanding bukan? Daripada ketiban Gorilla lebih baik Ketiban Rezeki. Jelas efeknya lebih bisa bikin melayang, bahagia, tertawa-tawa, sehat secara psikologis tanpa efek samping. 

Hits: 1471