Waspada Produk Brownies, Cookies, Dan Coklat Dari Ganja

Category: Uncategorised Published: Thursday, 26 May 2016 Written by Super User

Modus penyelundupan ganja kini semakin beragam salah satunya dengan membuat brownies, cookies, dan coklat dari ganja. Bisnis haram ini berhasil diungkap oleh petugas Badan Narkotika Nasional (BNN), pada Jumat (10/4/2015). BNN mengamankan lima orang tersangka di kawasan Blok M Plaza yang terdiri dari seorang pengendali jaringan yang bertugas menerima dan mengatur pesanan konsumen, seorang pembuat dan pengantar kue, seorang penjaga toko, dua orang pembeli sekaligus kurir. Otak dari jaringan ini berinisial IR (38), yang menjual cookies dan cokelat ganja melalui website yang dapat diperoleh oleh konsumen dengan pemesanan via bbm dan telepon sejak enam bulan lalu dan berpindah-pindah. Di toko miliknya, IR juga menjual aksesoris berlogo ganja, pipa rokok, bong, papir (kertas linting ganja).

Modus penyelundupan ganja ini tergolong baru dan berbahaya jika konsumen tidak mengetahui bahwa yang terkandung di dalam brownies, cookies ataupun coklat tersebut adalah zat tetra hidro canabinol (THC) yang ada dalam ganja karena sangat sulit untuk membedakan brownies yang mengandung ganja atau tidak secara kasat mata, perlu diadakan uji laboratorium untuk mengetahuinya.

Ganja (cannabis) merupakan obat depresan yang dibuat dari dari daun cannabis, zat yang ditemukan di dalam ganja adalah THC (tetrahidrocanabinol) yang dapat menyebabkan perubahan suasana hati. Ganja disebut juga sebagai obat depresan karena ganja dapat mempengaruhi sistem saraf dengan cara membuat lambat sistem saraf.

 Pernyataan dari Encyclopedia Britanica bahwa akan timbul ilusi atau hal-hal aneh dalam pikiran mereka yang menghisap ganja. Seseorang saat menggunakan ganja terlihat bermata sayu, mengantuk, tidak dapat mengendalikan tawa, suka berbicara ngelantur, dalam kondisi sadar efek dari ganja dapat menyebabkan orang yang mengkonsumsinya memiliki ketakutan berlebih,mengigau, dan sedih.

Adanya penelitian tentang ganja dan kesehatan jiwa menyebutkan 40 % dapat meningkatkan resiko sakit jiwa. Kesimpulan ini didasarkan pada 35 penelitian yang meneliti tentang khayalan, frekuensi sizofrenia, halusinasi, sakit kejiwaaan dan kekacauan pikiran yang dialami para pemakai ganja.

 

Oleh karena itu hendaknya kita lebih berhati-hati membeli dan mengkonsumsi makanan yang dijual bebas dipasar, maupun media online. Pastikan bahan baku nya aman bagi tubuh dan tidak mengandung zat-zat berbahaya apalagi makanan tersebut berbahan baku ganja karena dampak ganja bagi tubuh yang mengkonsumsinya sangat berbahaya.

Hits: 667