Waspadai Narkoba yang Memikat Bagi Si Buah Hati Anda

Category: Uncategorised Published: Friday, 22 April 2016 Written by Super User

Peredaran Narkoba kian marak di Indonesia yang korbannya tidak hanya orang tua, remaja bahkan anak-anak. Peredaran  Narkoba ini berbahaya bagi bangsa Indonesia karena para penerus Bangsa Indonesia menjadi terancam dengan adanya pengedar yang menjadikan anak-anak sebagai target mereka melalui permen, biskuit bahkan dimasukkan kedalam bahan makanan.

Permen Lolipop salah satu bentuk narkoba yang menarik anak-anak. Permen narkoba ini biasanya tanpa merek yang didalamnya dibumbui narkoba jenis Lysergic Acid Diethylamide (LSD) yang sangat sulit untuk dibedakan dan hanya bisa dilakukan uji lab untuk mengetahui ada LSD yang terkandung di dalamnya. Adapun efek jangka panjang dari narkoba ini dapat merusak sistem syaraf otak. Jangka pendeknya dapat membuat halusinasi, pemakai ini akan melihat orang-orang yang ada disekitarnya berwajah aneh dan akan banya tertawa.

Berikut Beberapa Permen Lainnya yang Mengandung Narkoba

1. Permen berbentuk gagang dengan kemasan berlabel Cannabis, permen ini diduga mengandung ganja

2. Strawbery meth atau strawbery quick merupakan narkoba kristal berbentuk bulat mirip permen pop rock rasa strawbery

3. Berbentuk permen karet. Permen ini merupakan hasil olahan ekstansi dan dikemas dengan bungkus kartun lucu dengan merek karet yang biasa dijumpai.

4. Lysergic Acid Diethylamide (LSD) yaitu permen berbentuk sebesar perangko, bergambar kartun lucu dan colorfull. permen narkoba ini mengandung zat lisergida.

5. Permen magic pop, mirip pop rock dan mengandung amphetamine.

Dengan adanya peredaran narkoba dalam bentuk permen ini membuat orang tua wajib waspada karena anak-anak sangat rentan terhadap hal-hal baru dan rasa ingin tahunya tinggi. Orang tua sebagai orang pertama dikeluarga harus berperan penuh terhadap anak dengan beberapa cara diantara :

1. Memberikan pendidikan agama kepada anak

2. Memberikan pembinaan dan pengawasan kepada anak dengan melakukan komunikasi yang baik bukan mengekang mereka.

3. Menjalin komunikasi dan kerjasama yang baik dengan pihak lain seperti guru-guru disekolah, teman-teman disekolah.

4. Jika anak kita adalah korban dari narkotika, kita sebagai orang tua lakukan pendampingan, cepat merehabilitasi ke instansi-instansi yang ditunjuk atau bisa datang ke Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) yang ada diwilyah tersebut, kuatkan moralnya dengan selalu memberikan kasih sayang bukan justru membiarkan bahkan meninggalkan mereka.

Hits: 1256