Pemberantasan

Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat

Terkini


Rabu, 24 Juni 2020

PRESS RELEASE PENGUNGKAPAN KASUS TINDAK PIDANA* *PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DENGAN BARANG BUKTI GANJA SEBERAT ±12 KG DAN SABU SEBERAT ±50 GRAM

BNNP Bengkulu kembali mengungkap Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika yang melibatkan *Narapidana Kasus Narkotika di Lapas Kelas II A Bentiring sebanyak 2 Orang yaitu Eko Saputra als Eko (26) dan Prananda als Nanda (32) serta Tahanan pada Rutan Kelas II B Malabero yaitu Hendri als Ninja (32)*.

*Kronologis :* Pada hari Senin,  22 Juni 2020 sekira pukul 08:00 WIB Petugas BNNP Bengkulu mendapatkan informasi akan ada pengiriman paket Narkotika dari arah Pekanbaru dengan mengendarai Travel. Pada hari Selasa, 23 Juni 2020 sekira pukul 13:40 WIB di Jalan Lintas Bengkulu Tengah tepatnya di Desa Taba Terunjam Kec. Karang Tinggi Kab.Bengkulu Tengah Petugas menghentikan sebuah kendaraan yang mencurigakan dan berhasil melakukan penangkapan terhadap Wahyu Darma Als Wahyu Bin Ralif (ALM) dan berhasil disita Barang Bukti berupa *12 (Dua Belas) Paket Besar Narkotika Gol.I Jenis Ganja seberat ±12 Kg* dan *1 (satu) bungkus plastik klip bening berisi serbuk kristal yang diduga Narkotika Gol I Jenis Sabu seberat ±50 gram*. Selanjutnya dilakukan Control Delivery terhadap BB yang dibawa oleh TSK Wahyu dan berhasil di tangkap TSK *Deni Fariza Als Doni Bin Efendi* di Jl. S Parman V Kel.Padang Jati Kec. Ratu Samban Kota Bengkulu.

Setelah dilakukan pengembangan, diketahui bahwa Barang Bukti Narkotika tersebut di pesan oleh Narapidana dari Lapas Kelas II A Bentiring dan Tahanan pada Rutan Kelas II.B Malabero Kota Bengkulu.

*Barang Bukti  yang berhasil disita berupa* : ● 1 (satu) buah tas jinjing warna abu-abu merek SPINWRN yang berisi 12 (dua belas)     paket besar yang terbungkus lakban warna coklat diduga berisi Narkotika Gol I jenis     Ganja dengan berat ±12 Kg; ●1 (satu) buah tas selempang warna hitam merek “POLO STAR’S” berisi 2 (dua)              bungkus plastik warna hitam yang didalamnya terdapat plastik klip bening diduga     berisi Narkotika Gol I jenis Shabu berat + 50 Gr; ●2  (Dua) unit Handphone berbagai merek VIVO Tipe Y12; ●Uang tunai sebesar Rp. 250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah); ●1 (satu) unit sepeda motor jenis matic merek Honda Beat Street dengan No Pol 6762     IB; ●1 buah Kartu ATM BRI.

ANCAMAN HUKUMAN : ATAS PERBUATANNYA PARA TERSANGKA TERANCAM PASAL 114 AYAT(2) JO PASAL 132 AYAT (1) SUB PASAL 111 AYAT (2) DAN PASAL 114 AYAT (2) SUB PASAL 112 AYAT (2) UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NO. 35 TAHUN 2009 TENTANG NARKOTIKA DENGAN ANCAMAN HUKUMAN MAKSIMAL HUKUMAN MATI ATAU PENJARA SEUMUR HIDUP.

Kegiatan ini diikuti oleh berbagai Media Nasional, Cetak dan Online yang diharapkan dapat menjadi sarana penyebarluasan informasi bagi masyarakat akan bahaya penyalahgunaan Narkotika.

#stopnarkoba #stopnarkoba #bnnprovinsibengkulu







Rabu, 13 Februari 2019

Kegiatan DIPA : Pemetaan Kawasan Rawan Narkoba Perkotaan di Polda Bengkulu.





Terkini


Selasa, 17 September 2019

OKNUM NAPI KENDALIKAN PEREDARAN NARKOTIKA & MODUS OPERANDI SABU DALAM SEPATU BEKAS

SIARAN PERSBengkulu, 17 September 2019BADAN NARKOTIKA NASIONAL (BNN) PROVINSI BENGKULU MENGUNGKAP 2 (DUA) KASUS TINDAK PIDANA NARKOTIKA DENGAN BARANG BUKTI 740,3 GRAM SABU YANG MELIBATKAN 2 (DUA) ORANG TERSANGKA. DARI DUA KASUS YANG DIUNGKAP, SALAH SATUNYA MENGGUNAKAN MODUS PAKET KIRIMAN BERISI SEPATU BEKAS. SEDANGKAN YANG LAIN DIKENDALIKAN OLEH NAPI DARI DALAM RUTAN ADAPUN KRONOLOGIS DARI PENGUNGKAPAN KASUS TERSEBUT ADALAH SEBAGAI BERIKUT :A. KASUS 1 : BERAWAL DARI INFORMASI MASYARAKAT, TIM PEMBERANTASAN BNN PROVINSI BENGKULU PADA JUMAT (30/8), SEKITAR PUKUL 15:30 WIB, MELAKUKAN PENANGKAPAN TERHADAP SEORANG LAKI-LAKI BERINSIAL H ALIAS IBS YANG MENGAMBIL SEBUAH PAKET YANG DIKIRIM DARI KOTA PEKAN BARU, RIAU, DI LOKET TRAVEL KASIH IBU, JL. S. PARMAN KEL.PADANG JATI KEC. RATU AGUNG KOTA BENGKULU. SETELAH DILAKUKAN PENGGELEDAHAN TERHADAP TSK DITEMUKAN BARANG BUKTI BERUPA 1 (SATU) BUAH KOTAK SEPATU WARNA ORANGE DENGAN MERK VI & VIE YANG BERTULISKAN ALAMAT PENGIRIM “SP : ANDI PEKANBARU” DAN ALAMAT PENERIMA “TO:PAK MUL JL. KINIBALU, TEBENG DEPAN ROTI SURYA” YANG DI DALAMNYA BERISI 1 (SATU) BUAH SEPATU BEKAS WARNA HITAM MEREK DIADORA YANG DIDALAMNYA TERDAPAT 1 (SATU) BUAH BUNGKUSAN PLASTIK TERBALUT LAKBAN COKLAT BERISI NARKOTIKA GOL. I DALAM BENTUK BUKAN TANAMAN DI DUGA JENIS SABU DENGAN BERAT BERSIH SETELAH PENIMBANGAN 240,30 (DUA RATUS EMPAT PULUH KOMA TIGA PULUH) GRAM. SELAIN SABU BARANG BUKTI YANG BERHASIL DIAMANKAN BERUPA : a. 1 (SATU) UNIT SEPEDA MOTOR MERK YAMAHA MIO WARNA MERAH HITAM DENGAN NOPOL : BD 3272 YC b. 1 (SATU) BUAH TIMBANGAN DIGITAL WARNA HITAM MERK CHQ POKET SCALE c. 1 (SATU) LEMBAR KERTAS YANG BERISI CATATAN PENJUALAN SHABU d. 1 (SATU) UNIT HP SAMSUNG LIPAT DUOS WARNA HITAM e. 5 (LIMA) BUNGKUS PLASTIK KLIP BENING BERBAGAI UKURAN f. 1 (SATU) BUAH PLASTIK KLIP BENING YANG BERISI 1 BUAH SENDOK PLASTIK DAN 1 (SATU) BUAH PIPET YANG SUDAH DIMODIFIKASI.ADAPUN TSK H ALIAS IBS MASUK KE DALAM JARINGAN LAPAS YANG DIKENDALIKAN OLEH MR. X DARI PROVINSI SUMATERA UTARA, UNTUK MENGEDARKAN NARKOTIKA JENIS SABU DIWILAYAH PROVINSI BENGKULU.B. KASUS 2 KASUS KEDUA DIUNGKAP BNN PROVINSI BENGKULU PADA MINGGU (15/9), SEKITAR PUKUL 12.50 WIB, DI JL. DANAU TEPATNYA (SIMPANG EMPAT KOMPI), KOTA BENGKULU. PENANGKAPAN DILAKUKAN TERHADAP TERSANGKA BERINISIAL R YANG KEDAPATAN MEMBAWA SABU SEBERAT 500 GRAM YANG DISIMPAN DI DALAM TAS SELEMPANG. R MEMBAWA SABU DARI MEDAN, SUMATERA UTARA, MENUJU BENGKULU DENGAN MENUMPANG BUS AKAP PUTERA RAFLESIA. SETELAH R, DI HARI YANG SAMA, SEKITAR PUKUL 13:00 WIB, PETUGAS MENGAMANKAN TERSANGKA LAINNYA BERINISIAL IB YANG PADA SAAT ITU AKAN MENJEMPUT R. DARI DALAM TAS IB DITEMUKAN SATU PAKET NARKOTIKA JENIS GANJA. DARI HASIL PENYIDIKAN, DIKETAHUI BAHWA PARA TERSANGKA DIKENDALIKAN OLEH NARAPIDANA RUTAN MALABERO BERNAMA HERYANTO ALIAS YANTO CASSA. SELAIN SABU DAN GANJA BARANG BUKTI YANG BERHASIL DIAMANKAN BERUPA : a. 4 (EMPAT) UNIT HP b. 1 (SATU) UNIT MOTOR HONDA BEAT POPANCAMAN HUKUMAN : PARA TERSANGKA DIKENAKAN PASAL 114 AYAT(2) JO PASAL 132 AYAT (1) SUB PASAL 112 AYAT (2) JO PASAL 132 AYAT (1) LEBIH SUB PASAL 111 AYAT (1) JO PASAL 132 AYAT (1) UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NO.35 TAHUN 2009 TENTANG NARKOTIKA DENGAN MAKSIMAL HUKUMAN MATI ATAU PENJARA SEUMUR HIDUP.#BERSINAR HUMAS BNNP BENGKULU


Senin, 19 Agustus 2019

KRONOLOGI PENANGKAPAN DPO/BANDAR NARKOTIKA A.N TRIS ALS YIEK ALS PAK ABET

WAKTU & TEMPAT HARI / TANGGAL : MINGGU / 18 AGUSTUS 2019 PUKUl:01:26 WIB TEMPAT : DESA MANAU IX 2 PADANG GUCI HULU KAB. KAUR PROV BENGKULU KEGIATAN : PENGGREBEKAN DAN PENANGKAPAN DPO/BANDAR NARKOTIKA A.N TRIS ALS YIEK ALS PAK ABET KRONOLOGI PADA HARI SABTU TANGGAL 17 AGUSTUS 2019 SEKIRA PUKUL 09:00 WIB ANGGOTA PEMBERANTASAN BNNP BENGKULU MENDAPAT INFORMASI DARI MASYARAKAT BAHWA DI DAERAHNYA KECAMATAN PADANG GUCI ULU ADA AKTIFITAS YANG BERKAITAN DENGAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA. NAMUN INFORMAN TERSEBUT TIDAK MAU MEMBERIKAN IDENTITAS ORANG YANG DIDUGA PENYALAHGUNA TERSEBUT DIKARENAKAN DIA TAKUT INFORMASI TERSEBUT BOCOR DAN JIKALAU ANGGOTA BNNP BENGKULU SIAP UNTUK BERANGKAT SEKARANG INFORMAN TERSEBUT BERSEDIA UNTUK MENUNJUKKAN LANGSUNG RUMAH ORANG YANG DIDUGA PENYALAHGUNA NARKOTIKA. BERDASARKAN INFORMASI TERSEBUT ANGGOTA PEMBERANTASAN BNNP BENGKULU MENYIAPKAN SURAT PERINTAH UNTUK MELAKUKAN KEGIATAN PENYELIDIKAN & PENYIDIKAN SERTA MELAKUKAN TINDAKAN HUKUM YANG TERKAIT DENGAN PENYALAHGUNAAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA YANG TERJADI DI KEC. PADANG GUCI ULU. SEKIRA PUKUL 22:30 WIB ANGGOTA PEMBERANTASAN SUDAH BERADA DI DAERAH PERSIAPAN DI KAB. KAUR UNTUK MENUJU KEC. PADANG GUCI ULU.SEKIRA PUKUL 01:15 WIB ANGGOTA PEMBERANTASAN SUDAH BERADA DILOKASI DESA MANAU IX 2 KEC. PADANG GUCI ULU YANG MENJADI TEMPAT KEDIAMAN TERDUGA PENYALAHGUNA NARKOTIKA TERSEBUT. PADA PUKUL 01:26 WIB ANGGOTA PEMBERANTASAN MELAKUKAN PENYERGAPAN & PENGGELEDAHAN DIDALAM RUMAH TERSEBUT DAN DIDAPATI SEORANG LAKI – LAKI YANG DIKETAHUI BERNAMA TRIS ALS YIEK ALS PAK ABET YANG JUGA MERUPAKAN DPO / BANDAR BESAR NARKOTIKA UNTUK WILAYAH PROVINSI BENGKULU KHUSUSNYA KAB. KAUR. DARI PENGGELEDAHAN YANG DILAKUKAN PETUGAS DITEMUKAN DIDALAM TAS YANG SAAT ITU SEDANG DISANDANG OLEHNYA BARANG BARANG BERUPA 17 PAKET NARKOTIKA JENIS SHABU DENGAN NILAI PER PAKET 3 JUTA RUPIAH, 1 UNIT TIMBANGAN DIGITAL, PLASTIK KLIP BERBAGAI UKURAN, 1 BUAH BUKU CATATAN PENJUALANAN, SEPERANGKAT ALAT HISAP SHABU, DAN BARANG LAINNYA YANG DIDUGA ADA KAITANNYA DENGAN NARKOTIKA. SEKIRA PUKUL 02:00 WIB TERSANGKA TRIS DIBAWA MENUJU KOTA BENGKULU UNTUK DILAKUKAN TINDAKAN HUKUM LAINNYA DI KANTOR BNNP BENGKULU. PADA HARI MINGGU TANGGAL 18 AGUSTUS 2019 DIDALAM MOBIL SEWAKTU MENUJU KOTA BENGKULU SEKIRA PUKUL 05:00 WIB DI DESA AIR LATAK KEC. SELUMA BARAT KAB. SELUMA SDR TRIS MENGELUHKAN PERUTNYA TERASA MUAL DAN MAU MUNTAH DAN DIA JUGA MENGATAKAN MAU BUANG AIR KECIL. KEMUDIAN DISAAT MOBIL BERHENTI. ANGGOTA LANGSUNG MEMBUKA PINTU BELAKANG MOBIL SEMENTARA SATU ANGGOTA LAINNYA MEMBUKA BORGOL PADA TANGAN TERSANGKA YANG PADA SAAT ITU POSISI TANGAN TERBOGOL KEBELAKANG DAN AKAN DIPINDAHKAN POSISI BORGOL DIDEPAN DENGAN MAKSUD MEMUDAHKAN TERSANGKA UNTUK BUANG AIR KECIL.PADA SAAT SATU BORGOL TELAH TERLEPAS DARI TANGAN TERSANGKA, TERSANGKA LANGSUNG MENDORONG ANGGOTA TERSEBUT DAN BERLARI MENYEBERANGI JALAN MENUJU PERKEBUNAN SAWIT. MELIHAT KONDISI TERSEBUT SALAH SATU ANGGOTA MELEPASKAN TEMBAKAN PERINGATAN KEATAS SAMBIL BERTERIAK MEMBERITAHUKAN BAHWA TERSANGKA MELARIKAN DIRI. MENDENGAR SUARA TEMBAKAN DAN TERIAKAN TERSEBUT ANGGOTA YANG LAIN SEGERA BEREAKSI DENGAN MELAKUKAN TINDAKAN CEPAT TEGAS DAN AKURAT DENGAN MENEMBAKKAN SENJATA API KEARAH TERSANGKA LARI.SEKIRA 15 METER DARI LOKASI PENEMBAKAN TERLIHAT TERSANGKA JATUH TERSUNGKUR DENGAN KERAS DI JALAN BERBATU DAN WAJAH TERSANGKA MENGHEMPAS BATUAN YANG ADA DIJALAN TERSEBUT. SETELAH DIDEKATI TERLIHAT TERSANGKA MASIH MERESPON PETUGAS DAN PETUGAS SEGERA MENAIKKAN TERSANGKA KEDALAM MOBIL DAN SEGERA MEMBAWA TERSANGKA KE KOTA BENGKULU UNTUK MENDAPATKAN PERAWATAN DI RUMKIT BHAYANGKARA POLDA BENGKULU SAMPAI AKHIRNYA TIM MEDIS RUMKIT BHAYANGKARA POLDA BENGKULU MENYATAKAN TERSANGKA SUDAH MENINGGAL DUNIA


Kamis, 21 Februari 2019

BNNP BENGKULU BERHASIL MENGAMANKAN 3 ORANG PELAKU TINDAK PIDANA PENYALAHGUNAAN NAROKTIKA DI WILAYAH PROVINSI BENGKULU

Pada bulan Februari Tahun 2019, BNNP Bengkulu berhasil mengungkap 1 (satu) kasus , dan berhasil mengamankan 3 (tiga) orang yang terindikasi melakukan tindak pidana peredaran gelap narkotika di wilayah Provinsi Bengkulu.Kronologi penangkapan :Pada saat anggota bidang pemberantasan BNNP Bengkulu sedang melakukan penyelidikan dalam perkara lain di Jl. S. Parman Kel. Padang Jati Kec. Ratu Agung Kota Bengkulu, tepatnya didepan Toko Batik Limura,  pada Hari Selasa Tanggal 05 Februari 2019 sekira pukul 15.00 WIB, tepatnya didepan Toko Batik Limura, Simpang Sekip Kota Bengkulu ditemukan orang yang mencurigakan dan dilakukan pengeledahan badan dan kendaraan dan ditemukan barang bukti narkotika berupa 1 (Satu) bungkusan sedang plastik putih yang didalamnya terdapat bubuk kristal bening yang diduga Narkotika Gol I Jenis Shabu Berat Kotor 80,96 (delapan puluh koma sembilan enam) gram dengan tersangka berinisial DA, setelah dilakukan pemeriksaan kepada tersangka diketahui barang bukti tersebut akan dikirimkan kepada seseorang penerima di Kota Curup Kab. Rejang Lebong tepatnya di Jl. D.I. Panjaitan Talang Benih ujung dengan cara diletakkan didepan sebuah Ruko kosong di bawah rolling door dekat dan ditangkap seorang wanita yang berinisial INS sebagai penerima.Setelah dilakukan penangkapan dan pengedelahan di TKP dilakukan pengeledahan juga di Rumah Kos wanita tersebut dan ditemukan barang bukti Narkotika berupa 3 (tiga) bungkus kecil plastik klip bening yang di dalamnya terdapat serbuk kristal bening yang di duga Narkotika Gol. I Jenis Shabu dan juga didapati seorang laki – laki yang berinisial FMW yang merupakan Teman dekat tersangka INS dan setelah diambil keterangan FWM membantu INS melakukan Peredaran Gelap Narkoba di Wilayah Provinsi Bengkulu Khususnya di wilayah Kabupaten Rejang Lebong. Terhadap ketiga orang tersangka DA, INS,dan FWM dikenakan Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Sub Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Sub Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang – undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.#stopnarkobaHUMAS BNNP BENGKULU


Kamis, 21 Februari 2019

BNNP BENGKULU BERHASIL MENGAMANKAN 3 ORANG PELAKU TINDAK PIDANA PENYALAHGUNAAN NAROKTIKA DI WILAYAH PROVINSI BENGKULU

Pada bulan Februari Tahun 2019, BNNP Bengkulu berhasil mengungkap 1 (satu) kasus , dan berhasil mengamankan 3 (tiga) orang yang terindikasi melakukan tindak pidana peredaran gelap narkotika di wilayah Provinsi Bengkulu.Kronologi penangkapan :Pada saat anggota bidang pemberantasan BNNP Bengkulu sedang melakukan penyelidikan dalam perkara lain di Jl. S. Parman Kel. Padang Jati Kec. Ratu Agung Kota Bengkulu, tepatnya didepan Toko Batik Limura,  pada Hari Selasa Tanggal 05 Februari 2019 sekira pukul 15.00 WIB, tepatnya didepan Toko Batik Limura, Simpang Sekip Kota Bengkulu ditemukan orang yang mencurigakan dan dilakukan pengeledahan badan dan kendaraan dan ditemukan barang bukti narkotika berupa 1 (Satu) bungkusan sedang plastik putih yang didalamnya terdapat bubuk kristal bening yang diduga Narkotika Gol I Jenis Shabu Berat Kotor 80,96 (delapan puluh koma sembilan enam) gram dengan tersangka berinisial DA, setelah dilakukan pemeriksaan kepada tersangka diketahui barang bukti tersebut akan dikirimkan kepada seseorang penerima di Kota Curup Kab. Rejang Lebong tepatnya di Jl. D.I. Panjaitan Talang Benih ujung dengan cara diletakkan didepan sebuah Ruko kosong di bawah rolling door dekat dan ditangkap seorang wanita yang berinisial INS sebagai penerima.Setelah dilakukan penangkapan dan pengedelahan di TKP dilakukan pengeledahan juga di Rumah Kos wanita tersebut dan ditemukan barang bukti Narkotika berupa 3 (tiga) bungkus kecil plastik klip bening yang di dalamnya terdapat serbuk kristal bening yang di duga Narkotika Gol. I Jenis Shabu dan juga didapati seorang laki – laki yang berinisial FMW yang merupakan Teman dekat tersangka INS dan setelah diambil keterangan FWM membantu INS melakukan Peredaran Gelap Narkoba di Wilayah Provinsi Bengkulu Khususnya di wilayah Kabupaten Rejang Lebong. Terhadap ketiga orang tersangka DA, INS,dan FWM dikenakan Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Sub Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Sub Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang – undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.#stopnarkobaHUMAS BNNP BENGKULU


Selasa, 17 September 2019

OKNUM NAPI KENDALIKAN PEREDARAN NARKOTIKA & MODUS OPERANDI SABU DALAM SEPATU BEKAS

SIARAN PERSBengkulu, 17 September 2019BADAN NARKOTIKA NASIONAL (BNN) PROVINSI BENGKULU MENGUNGKAP 2 (DUA) KASUS TINDAK PIDANA NARKOTIKA DENGAN BARANG BUKTI 740,3 GRAM SABU YANG MELIBATKAN 2 (DUA) ORANG TERSANGKA. DARI DUA KASUS YANG DIUNGKAP, SALAH SATUNYA MENGGUNAKAN MODUS PAKET KIRIMAN BERISI SEPATU BEKAS. SEDANGKAN YANG LAIN DIKENDALIKAN OLEH NAPI DARI DALAM RUTAN ADAPUN KRONOLOGIS DARI PENGUNGKAPAN KASUS TERSEBUT ADALAH SEBAGAI BERIKUT :A. KASUS 1 : BERAWAL DARI INFORMASI MASYARAKAT, TIM PEMBERANTASAN BNN PROVINSI BENGKULU PADA JUMAT (30/8), SEKITAR PUKUL 15:30 WIB, MELAKUKAN PENANGKAPAN TERHADAP SEORANG LAKI-LAKI BERINSIAL H ALIAS IBS YANG MENGAMBIL SEBUAH PAKET YANG DIKIRIM DARI KOTA PEKAN BARU, RIAU, DI LOKET TRAVEL KASIH IBU, JL. S. PARMAN KEL.PADANG JATI KEC. RATU AGUNG KOTA BENGKULU. SETELAH DILAKUKAN PENGGELEDAHAN TERHADAP TSK DITEMUKAN BARANG BUKTI BERUPA 1 (SATU) BUAH KOTAK SEPATU WARNA ORANGE DENGAN MERK VI & VIE YANG BERTULISKAN ALAMAT PENGIRIM “SP : ANDI PEKANBARU” DAN ALAMAT PENERIMA “TO:PAK MUL JL. KINIBALU, TEBENG DEPAN ROTI SURYA” YANG DI DALAMNYA BERISI 1 (SATU) BUAH SEPATU BEKAS WARNA HITAM MEREK DIADORA YANG DIDALAMNYA TERDAPAT 1 (SATU) BUAH BUNGKUSAN PLASTIK TERBALUT LAKBAN COKLAT BERISI NARKOTIKA GOL. I DALAM BENTUK BUKAN TANAMAN DI DUGA JENIS SABU DENGAN BERAT BERSIH SETELAH PENIMBANGAN 240,30 (DUA RATUS EMPAT PULUH KOMA TIGA PULUH) GRAM. SELAIN SABU BARANG BUKTI YANG BERHASIL DIAMANKAN BERUPA : a. 1 (SATU) UNIT SEPEDA MOTOR MERK YAMAHA MIO WARNA MERAH HITAM DENGAN NOPOL : BD 3272 YC b. 1 (SATU) BUAH TIMBANGAN DIGITAL WARNA HITAM MERK CHQ POKET SCALE c. 1 (SATU) LEMBAR KERTAS YANG BERISI CATATAN PENJUALAN SHABU d. 1 (SATU) UNIT HP SAMSUNG LIPAT DUOS WARNA HITAM e. 5 (LIMA) BUNGKUS PLASTIK KLIP BENING BERBAGAI UKURAN f. 1 (SATU) BUAH PLASTIK KLIP BENING YANG BERISI 1 BUAH SENDOK PLASTIK DAN 1 (SATU) BUAH PIPET YANG SUDAH DIMODIFIKASI.ADAPUN TSK H ALIAS IBS MASUK KE DALAM JARINGAN LAPAS YANG DIKENDALIKAN OLEH MR. X DARI PROVINSI SUMATERA UTARA, UNTUK MENGEDARKAN NARKOTIKA JENIS SABU DIWILAYAH PROVINSI BENGKULU.B. KASUS 2 KASUS KEDUA DIUNGKAP BNN PROVINSI BENGKULU PADA MINGGU (15/9), SEKITAR PUKUL 12.50 WIB, DI JL. DANAU TEPATNYA (SIMPANG EMPAT KOMPI), KOTA BENGKULU. PENANGKAPAN DILAKUKAN TERHADAP TERSANGKA BERINISIAL R YANG KEDAPATAN MEMBAWA SABU SEBERAT 500 GRAM YANG DISIMPAN DI DALAM TAS SELEMPANG. R MEMBAWA SABU DARI MEDAN, SUMATERA UTARA, MENUJU BENGKULU DENGAN MENUMPANG BUS AKAP PUTERA RAFLESIA. SETELAH R, DI HARI YANG SAMA, SEKITAR PUKUL 13:00 WIB, PETUGAS MENGAMANKAN TERSANGKA LAINNYA BERINISIAL IB YANG PADA SAAT ITU AKAN MENJEMPUT R. DARI DALAM TAS IB DITEMUKAN SATU PAKET NARKOTIKA JENIS GANJA. DARI HASIL PENYIDIKAN, DIKETAHUI BAHWA PARA TERSANGKA DIKENDALIKAN OLEH NARAPIDANA RUTAN MALABERO BERNAMA HERYANTO ALIAS YANTO CASSA. SELAIN SABU DAN GANJA BARANG BUKTI YANG BERHASIL DIAMANKAN BERUPA : a. 4 (EMPAT) UNIT HP b. 1 (SATU) UNIT MOTOR HONDA BEAT POPANCAMAN HUKUMAN : PARA TERSANGKA DIKENAKAN PASAL 114 AYAT(2) JO PASAL 132 AYAT (1) SUB PASAL 112 AYAT (2) JO PASAL 132 AYAT (1) LEBIH SUB PASAL 111 AYAT (1) JO PASAL 132 AYAT (1) UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NO.35 TAHUN 2009 TENTANG NARKOTIKA DENGAN MAKSIMAL HUKUMAN MATI ATAU PENJARA SEUMUR HIDUP.#BERSINAR HUMAS BNNP BENGKULU


Selasa, 26 Mei 2020

Layanan Rehabilitasi BNNP Bengkulu Di tengah Pandemik Virus Corona

Pandemik Virus Corona yang sedang melanda dunia bahkan indonesia membuat setiap negara termasuk Indinesia mengambil langkah-langkah / kebijakan untuk menanggulangi penyebaran virus tersebut. Banyak kebijakan telah dibuat salah satunya dengan mengeluarkan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengeluarkan kebijakan nasional tentang penyesuaian sistem kerja ASN selama merebaknya pandemik virus Corna / Covid-19 sebagai pedoman bagi instansi pemerintah. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Menteri PANRB No.19 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara dalam Upaya Pencegahan Covid-19 di Lingkungan Instansi Pemerintah, yang dimaksudkan sebagai pedoman bagi instansi pemerintah dalam pelaksanaan tugas kedinasan dengan bekerja di rumah/tempat tinggalnya (Work from Home/WFH) bagi ASN sebagai upaya pencegahan dan meminimalisasi penyebaran Covid-19. Surat edaran ini telah mengalami perubahan ketiga atas surat edaran tersebut berdasarkan Surat Edaran menteri PANRB Nomor 54 Tahun 2020 dimana masa pelaksanaan WFH bagi ASN diperpanjang sampai dengan tanggal 29 Mei 2020.Kebijakan PSBB (Penerapan Sosial berskala Besar) juga diterapkan disejumlah kota di Indonesia. PSBB merupakan pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi virus corona untuk mencegah kemungkinan penyebaran makin meluas. Apabila aturan tersebut dijalankan, maka sejumlah kegiatan yang melibatkan orang banyak dibatasi, seperti perkantoran atau instansi bekerja di rumah, pembatasan kegiatan keagamaan dan pembatasan transportasi.Adanya pandemik virus corona juga menyebabkan terganggunya layanan yang ada di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu seperti pada layanan rehabilitasi pada pecandu dan korban narkoba pada klinik pratama BNNP Bengkulu. Oleh karena itu BNNP Bengkulu melakukan langkah inovatif agar layanan terhadap klien rehabilitasi tetap berjalan sesuai standar yang ada , maka BNNP Bengkulu saat ini membuka layanan rehabilitasi secara online (wa, telp, vidio call) yang dapat di akses oleh klien rehabilitasi dari rumah agar terhindar dari penyebaran virus corona.Untuk layanan rehabilitasi ini dibuka pada hari Senin s.d Jum’at dari pukul 09.00 wib s.d 17.00 wib. Kegiatan yang dapat dilaksanakan dengan metode ini yaitu Skrining DAST, Konseling Individu, Konseling keluarga dan konseling Kelompok. Kegiatan ini dilaksanakan oleh petugas BNNP Langsung yaitu Aidi Fitriansyah, Psikolog yang merupakan Kabid Rehabilitasi BNNP Bengkulu didampingi oleh staf nya dr.Sri Astuti, dr. Retno dan perawat Irnobiansyah dengan menghubungi nomor telpon sebagai beikut :

  1. Sri                                                   : 08117331006
  2. dr Retno                                        : 082370482448
  3. Aidil Fitriansyah, Psikolog        : 0895326597909
  4. Irnobiansyah, Perawat               : 081367299278
Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah ikut membantu upaya pemerintah dalam melakukan pemutusan penyebaran virus corona di Indonesia dengan tetap melaksanakan layanan masyarakat dengan memperhatikan social distancing, membantu masyarakat yang membutuhkan layanan rehabilitasi seperti Skrining DAST, Konseling Individu, Konseling keluarga dan konseling Kelompok namun karena pandemik corona tidak dapat mendatangi klinik BNNP Bengkulu, mewujudkan masyarakat yang bebas dari penyalahgunaan narkotika.Untuk layanan seperti pebuatan SKHBN (surat Keterangan Bebas narkoba) masih dibuka dengan mengikuti protokol kesehatan seperti wajib memakai masker bagi pemohon dan pemeriksa, mencuci tangan sebelum masuk ke klinik pratama BNNP Bengkulu yang sudah disiapkan oleh BNNP Bengkulu dihalaman depan dan belakang dan menjaga jarak antara pemohon dan pemeriksa. Kegiatan layanan ini dibuka pada jam kerja di kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu pukul 08.00 s.d 15.00 (pada bulan Ramadhan), pukul 08.00 s.d 16.00 pada hari normal.  Adapun alamat kantor BNNP Bengkulu di jalan Batanghari No.110 Kelurahan Tanah patah Kec. Ratu Agung, Kode Pos 34224 Kota Bengkulu.


Selasa, 26 Mei 2020

Gak ada Virus Corona Aja Narkoba berbahaya Apalagi Saat Virus Corona Disekitar Kita

Siapa yang menyangka tahun 2020 yang saat ini teknologinya sudah maju seperti teknologi 5G, perangkat IoT, komputasi awan, dan edge computing yang dipercaya akan mempercepat perpaduan antara sistem informasi, sistem komunikasi, dan sistem kontrol sector industry, penggunaan kecerdasan buatan yang telah mencapai atau melampaui batas manusia di bidang kecerdasan perseptual seperti speech to text, NLP (natural language processing/pemrosesan bahasa alami), pemahaman video, penggunaan jam pintar membuat penyakit, kuman bahkan virus tidak dapat membahayakan jiwa manusia di bumi ini yang terjadi adalah saat ini dunia sedang dihadapi dengan pandemik covid-19 (corona virus desease-19) atau yang dikenal oleh masyarakat sebagai virus corona.Berdasarkan data yang diperleh South Morning China Post, kasus pertama virus corona berhasil terlacak dari seorang individu berusia 55 tahun yang berasal dari provinsi Hubei, China. Menurut data yang tercatat orang yang menjadi orang pertama terjangkit virus corona pada tanggal 17 November 2019 atau sebulan lebih awal dari catatan dokter di Wuhan. Setelah terjadi kasus 17 November 2019, sekitar satu hingga lima kasus baru dilaporkan setiap hari. Pada tanggal 15 Desember 2019 total yang terinfeksi mencapai 27 orang. Kasus harian tampaknya telah meningkat setelah itu dengan jumlah kasus mencapai 60 orag pada 20 Desember 2019.Setelah terjadi kasus 17 November 2019, sekitar satu hingga lima kasus baru dilaporkan setiap hari. Pada 15 Desember, total infeksi mencapai 27. Kasus harian tampaknya telah meningkat setelah itu, dengan jumlah kasus mencapai 60 pada taggal 20 Desember 2019.Dari situs https://www.worldometers.info/coronavirus/ pertanggal 17 Mei 2020 jumlah kasus corona di dunia mencapai 4.737.664 orang dengan total kematian 313 .633 orang. Sedangkan berdasarkan data dari https://covid19.go.id/ di Indonesia mencapai 17.514 orang dengan jumlah pasien yang meninggal 1.148 orang. Untuk Provinsi Bengkulu mencapai 65 orang dengan jumlah kematian sebanyak 2 orang. Data ini masih terus menunjukkan peningkatan yang artinya semakin banyak orang yang terinveksi virus corona dan kematian yang diakibatkan oleh virus tersebut juga akan terus bertambah.Pandemik virus corona ini sudah membuat seluruh dunia disibukkan untuk memutus persebaran dari virus corona. Penyebaran virus corona menurut WHO adalah melalui tetesan air liur (droplets) atau muntah (fomites) dalam kontak dekat tanpa adanya pelindung diri seperti masker. Transmisi virus corona atau Covid-19 terjadi antara yang telah terinfeksi dengan orang tanpa pathogen penyakit. Penyebaran virus corona melalui media dudukan toilet, pegangan pintu kamar mandi dan wastafek terjadi pada beberapa pasien, tetapi hingga kini media ini bukan menjadi upaya tranmisi utama dari virus corona.Hasil dari penelitian Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya–LIPI Tahun 2019, tentang Survei Penyalahgunaan Narkoba Tahun 2019 menunjukkan bahwa angka prevalensi penyalahguna narkoba di Indonesia mencapai 1,80% atau sekitar 3.419.188 jiwa atau bisa dikatakan 180 dari 10.000 Penduduk Indonesia berumur 15 – 64 tahun terpapar memakai narkoba selama satu tahun terakhir. Narkoba yang paling banyak digunakan adalah shabu, ganja diikuti oleh ATS dan zat psikotropika lainnya dengan cara penggunaannya adalah disuntik, dirokok, dihirup, disuntik & dihirup, ditelan dan sublingual.Sedangkan pada hasil penelitian Riset Kesehatan Dampak Penyalahgunaan Narkotika Tahun 2019 di 6 (enam) Provinsi yang mempunyai tempat Rehabilitasi menunjukkan berbagai keluhan fisik yang oleh responden dianggap terkait dengan pemakain zat yang disalahgunakan. Terutama keluhan sehubungan dengan infeksi rongga mulut (59,5%), gangguan pernafasan (52,8%), gangguan kulit (24,1%), dan overdosis (14,1%). Dampak fisik lainnya yang mereka alami adalah pusing-pusing hebat (73%), gangguan gigi (64,1%) dan gangguan rongga mulut (60,1%) merupakan keluhan yang paling sering dikemukakan dengan variasi frekuensi kejadian gangguannya.Dikutip dari berita CNN, Rabu 15 April 2020 15:20 terkait “Penyakit Penyerta Penyebab Kematian Pasien Covid-19” menyebutkan bahwa—Pasien positif terinfeksi virus corona (Covid-19) dapat memiliki gejala yang parah dan memberatkan jika mempunyai kormobid atau penyakit penyerta. Terdapat beberapa penyakit penyerta yang bisa menyebabkan kematian pada pasien Covid-19 yaitu Hipertensi, Diabetes, Penyakit Paru (Obstruktif Kronis, asma dan TBC), Penyakit Jantung dan demam berdarah dengue (DBD).Dari penjelasan diatas virus corona akan menyebabkan kematian jka seorang pasien memiliki imunitas yang rendah akibat dari penyakit bawaannya. Hal inilah yang perlu diperhatikan oleh penyalahguna narkotika. Memang belum ada penelitian yang menyatakan bahwa penyalahguna narkotika akan meninggal jika terkena virus corona akan tetapi efek samping pemakaian penyalahgunaan narkotika ini akan menyebabkan imunitas seseorang tersebut menurun yang dapat membahayakan jiwa pasien yang terkena virus corona.Oleh karena itu Badan Narkotika Nasional provinsi (BNNP) Bengkulu menghimbau semua masyarakat yang ada di provinsi Bengkulu untuk menghindari narkoba dan ikut berpartisipasi dalam hal upaya penanggulangan virus corona di provinsi Bengkulu dengan melalukan Kegiatan KIE (komunikasi,informasi dan edukasi) Tentang Bahaya Narkoba dan Pencegahan penularan Wabah Covid-19 setiap harinya dengan menggunakan mobil sosialisasi keberbagai pelosok provinsi Bengkulu.Petugas KIE menyampaikan himbauan bahaya Narkoba dan program rehabilitasi serta cara mencegah penularan Wabah Covid-19 seperti Social Distance, menggunakan masker jika terpaksa keluar rumah, tidak berkumpul dalam jumlah yang besar, Perhatikan etika bersin & batuk, cuci tangan pakai sabun, menggunakan handsanitizer, belajar di rumah, pilih makanan bergizi, jaga kebersihan rumah, olahraga, ibadah dirumah & segera periksakan diri saat muncul gejala covid-19. (Ars)



Jumat, 8 Mei 2020

Rehabilitasi Narkoba Silahkan Datang Langsung Ke Bnnp Dan Gratis

Seringkali kali kita mendengar kata rehabilitasi narkoba tapi masih penuh dengan tanda tanya. Apa itu rehabilitasi narkoba? bayarkah?dimana?bagaimana?tapi bingung bertanya kemana untuk memperoleh informasi tentang rehabilitasi.Dalam Undang–undang No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika telah diatur secara tegas ketentuan mengenai rehabilitasi. Rehabilitasi ini merupakan suatu kewajiban yang harus diberikan kepada tidak hanya mereka yang sebagai pecandu narkotika tetapi juga kepada mereka yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika. Ketentuan yang mewajibkan pemberian rehabilitasi tersebut terdapat dalam Pasal 54 yang menyatakan “Pecandu Narkotika dan korban penyalahgunaan Narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial”.Rehabilitasi narkoba adalah cara untuk memulihkan pengguna agar terbebas dari narkoba. Rehabilitasi narkoba tidak membutuhkan waktu yang singkat apalagi ketika pemakai narkoba tersebut sudah menjadi pecandu narkoba tersebut dalam jangka lama. Rehabilitasi narkoba dapat dilaksanakan di masing-masing provinsi yang sudah ditunjuk menjadi tempat rehabilitasi. Adapun tahapan dari rehabilitasi tersebut :

  1. Rehabilitasi Medis (detoksifikasi)
Merupakan tahap awal dimana dokter akan memeriksa kesehatan fisik dan mental pecandu. Dari hasil pemeriksaan, dokter kemudian bisac   memberikan resep obat tertentu untuk mengurangi gejala sakau.
  1. Rehabilitasi Non-medis
Merupakan tahapan kedua setelah detoksifikasi, pasien akan direhabilitasi di tempat rehabilitasi narkoba yang tersebar di seluruh Indonesia agar pecandu bisa kembali normal dan terbebas dari narkoba yang berbahaya.
  1. Rehabilitasi Lanjutan
Pada tahap ini, pecandu sudah bisa kembali ke lingkungan. Namun akan tetap diawasi sehingga nantinya mantan pengguna ini tidak tergoda untuk kembali ke jalan yang salah.Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu merupakan perpanjangan tangan dari Badan Narkotika Nasional yang memiliki fungsi salah satunya Pengoordinasian instansi pemerintah terkait maupun komponen masarakat dalam pelaksanaan rehabilitasi dan penyatuan kembali ke dalam masyarakat serta perawatan lanjutan bagi penyalahguna dan/atau pecandu narkotika dan psikotropika serta bahan adiktif lainnya kecuali bahan adiktif untuk tembakau dan alkohol di tingkat pusat dan daerah.Ada beberapa syarat  yang perlu dipenuhi sebelum seseorang dapat menjalani program rehabilitasi narkoba, antara lain kelengkapan surat permohonan rehabilitasi, hasil tes urine yang dinyatakan positif, hasil pemeriksaan medis secara keseluruhan, kesediaan orang tua atau wali yang dapat mewakili, dan persyaratan administratif lainnya yang dapat ditanyakan langsung dengan BNNP Bengkulu yang beralamat di Jalan Batanghari No.110 Kel. Padang Harapan Kota Bengkulu dan tidak dikenakan biaya (gratis) untuk rehabilitasi korban narkoba.Untuk program rehabilitasi secara sukarela yang datang langsung ke BNNP akan disambut baik oleh tim medis BNNP Bengkulu dan akan di assasement apakah akan dirawat jalan ataukah perlu rawat inap. Untuk rawat jalan akan dilaksanakan di kantor BNNP Bengkulu sedangkan untuk rawat inap akan dirawat di salah satu balai rehab milik Badan Narkotika Nasional.Adapun Balai rehabilitasi narkoba milik BNN yang disediakan bagi korban penyalahgunaan narkoba yang tersebar dibeberapa tempat. Adapun daftar Tempat Rehabilitasi Narkoba milik BNN RI (Balai / Loka Rehabilitasi) di seluruh Indonesia :
  1. BALAI BESAR REHABILITASI BNN LIDO HR. Edi Sukma Ds. Wates Jaya, Kec.Cigombong, Jawa Barat. Telp. (0251) 8220928 / 8224521 Hp. 0812 8045 0292
 
  1. BALAI REHABILITASI BNN BADDOKA Batara Bira P.A.I Biring Kanaya Makasar, Sulawesi Selatan. Telp. (0411) 513235 / 513213
 
  1. BALAI REHABILITASI BNN TANAH MERAH Anggur Sidodadi Samarinda Ulu, Kalimantan Timur. Telp. (0541) 4100646 Hp. 0822 5026 1030
 
  1. LOKA REHABILITASI BNN BATAM Hang Jebat Km.3, Batu Besar, Nongsa-Batam, Kepulauan Riau Hp. 0852 6590 5866
 
  1. LOKA REHABILITASI BNN LAMPUNG Raden Inten II Merak Belantung, Kec. Kalianda, Lampung Selatan Telp. (0727) 3330024
 
  1. LOKA REHABILITASI BNN DELI SERDANG Komplek Pemda Deli Serdang, Tanjung Gerbus, Pagar Merbau, Deli Serdang, Sumatera Utara Telp. (061) 79759009
 Yang  perlu dipahami, proses  melepaskan diri dari narkoba untuk penggunanya tidaklah mudah. Selain menjalani rehabilitasi narkoba, mereka juga membutuhkan dukungan keluarga dan masyarakat agar dapat kembali menjalani hidup sehat dan produktif. Jika Anda atau orang yang Anda kenal baik itu keluarga, teman, tetangga dan rekan kerja ada yang menjadi korban dari narkoba jangan ragu untuk datang ke BNNP Bengkulu untuk dilakukan rehabilitasi bukan untuk diproses hukum jadi tidak perlu takut tapi jadilah agen peduli terhadap korban narkoba untuk mewujudkan Indonesia Bebas Narkoba.Untuk tempat rehabilitasi narkoba pada Provinsi Bengkulu di Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Soeprato yang beralamat di Jl. Bakti Husada, Lkr. Barat, Kec. Gading Cemp., Kota Bengkulu, Bengkulu 38211.



Jumat, 1 Maret 2019

Mengenal Kambuh (RELAPSE) pada Penyalahguna Narkoba

Kambuh atau Relapse adalah terjadinya kembali penggunaan Narkoba Secara Rutin oleh Pengguna lama penyalahguna (adiksi) dimana pemakaian narkoba terjadi kembali secara rutin. Relapse adalah tantangan penyalahguna didalam program kesembuhan atau pulih yang proses tersebut panjang. Biarpun penyalahguna telah tidak menggunakkan lagi, tetapi apabila masih tersugesti secara mendadak dan tak terkendali sehingga psikis nya akan kacau

Relapse atau kambuh lagi pengguna narkoba di lingkungan dekatnya, merupakan masalah besar yang menjadikan semua upaya untuk pengguna pulih menjadi tak punya arti sama sekali. Setelah berbulan bahkan bertahun menjalani terapi, rehabilitasi, dan rehabilitasi dengan biaya yang begitu besar, tiba-tiba sirna begitu saja. Untuk kembali ke posisi semula harus merangkak dari awal lagi. Sebabnya Relapse bagi keluarga korban, berarti menghilangkan harapan.

Hal-hal yang dapat menyebabkan terjadinya Relapse :

  • Hal-hal yang mengingatkan pecandu pada narkoba yang biasa dipakainya (momen tertentu, situasi, suara, bau, pikiran tentang narkoba, atau mimpi tentang narkoba).
  • Status emosi yang negatif atau mengalami stres.
  • Status emosi yang riang gembira.
  • Tidak adanya aktivitas.
  • Perasaan rendah diri atau direndahkan.
  • Bergaul karib dengan pecandu aktif.
  • Pada saat craving terjadi, biasanya diperberat dengan aktifnya mekanisme pertahanan mental (denial, rasionalisasi, proyeksi) sehingga akhirnya pecandu memutuskan kembali berperilaku adiksi atau kembali menggunakan narkoba.Mantan penyalahguna narkoba kambuh, bila ia mengabaikan pengawal-pengawal atau pelindungnya. Semuanya akan berjalan baik saja bila mantan penyalahguna narkoba merasa lebih sehat dan segar dibandingkan masa silam kelabu yang sudah bertahun-tahun dibelakang dirinya.

Pencegahan Relapse Pada Pecandu

Pencegahan kepada pecandu untuk tidak Relapse kembali adalah pentingnya dilakuan pembinaan lebih lanjut kepada pecandu, seperti memberikan tes kecerdasan dan minat bakat kepada mereka untuk memecahkan masalah dalam kenapa mereka menggunakkan Narkoba. Mengidentifikasi tanda-tanda peringatan akan terjadi Relapse juga perlu diperhatikan. Misalnya mereka kembali bergaul pada teman – teman pemakai mereka yang lama, atau menyimpan alat penggunaan Narkoba di kamar dan mengurung diri. Diperlukan juga dukungan mantan penyalahguna narkoba untuk memahami diri sendiri berkaitan dengan proses Relapse. Orang tua pun diharap untuk mampu memahami Proses Relapse sehingga bisa segera mengambil langkah untuk mengatasinya.

Upaya Pencegahan Kambuh (Relapse)

Tahap-tahap dasar yang dapat digunakan untuk mencegah timbulnya Relapse pada tahap resosialisai dan pembinaan lanjut antara lain :

  • Mengembangkan kepandaian baru untuk mengatasi situasi seperti : keterampilan sosial, kemampuan untuk menyesuaikan diri atau belajar keterampilan-keterampilan vokasional (seperti : Komputer, Otomotif, Presentasi dan sebagainya) yang bermanfaat bagi mantan penyalahguna narkoba untuk menjalani kehidupannya.
  • Mengubah gaya dan pola hidup ke arah yang lebih sehat, seperti : makan dan tidur teratur.
  • Meningkatkan kegiatan yang produktif, bekerja dan berwirausaha.
  • Aktif dalam kegiatan kemasyarakatan dan organisasi sosial.

(PS : 2017)


Jumat, 1 Maret 2019

Jenis – Jenis Efek Narkoba dan Dampak Negatifnya

Bila Narkoba digunakan secara terus menerus atau melebihi takaran yang telah ditentukan akan mengakibatkan ketergantunga. Kecanduan inilah yang akan mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada sistem syaraf pusat (SSP) dan organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal.

Dampak penyalagunaan Narkoba pada sesorang sangat tergantung pada jenis Narkoba yang dipakai, keprinadian pemakai dan situasi atau kondisi pemakai. Secara umum, dampak kecanduan Narkoba dapat terlihat pada fisik, psikis maupun social seseorang.

Dampak Fisik

  1. Gangguan pada sistem syaraf (neurologis) seperti : kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi.
  2. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardivaskuler) seperti : infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah.
  3. Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti : penahanan (abses), alergi, eksim.
  4. Gangguan pada paru-paru (Pulmoner) seperti : penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, pengerasan jaringan paru-paru.
  5. Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan sulit tidur.
  6. Dampak terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan padaendokrin, seperti : penurunan fungsi hormone reproduksi (estrogen, progesterone, testosterone), serta gangguan fungsi seksual
  7. Dampak terhadap kesehatan reproduksipada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruas, ketidak teraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid)
  8. Bagi pengguna Narkoba melalui jarum suntuk, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV yang hingga saat ini belum ada obatnya
  9. Penyalahgunaan Narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi Over Dosis yaitu konsumsi Narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over Dosis bisa menyebabkan Kematian.

Dampak Psikis

  1. Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah.
  2. Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga.
  3. Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal
  4. Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan.
  5. Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri.

Dampak Sosial

  1. Gangguan Mental, Anti – Sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan
  2. Merepotkan danmenjadi beban keluarga
  3. Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suram

Dampak fisik, psikis dan social berhubungan erat. Ketergantungan fisik akan mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa (sakaw) bila terjadi putus obat (tidak mengkonsumsi obat pada waktunya) dan dorongan psikologis berupa keinginan sangat kuat untuk mengkonsumsi. Gejala fisik dan psikologis ini juga berkaitan dengan gejala social seperti dorongan untuk membohongi orang tua, mencuri, pemarah, dan manipulative

(PS 2017)


Jumat, 1 Maret 2019

Peran Serta Orang Tua Dalam Pencegahan dan Penyalahgunaan Narkoba pada Anak Secara Dini

Narkoba sudah sangat mencekam lingkungan Anak dan Remaja, yang dimana bisa menghancurkan masa depan cerah mereka, dari berbagai macam penyelundupkan dan pemasaran Narkoba dilingkungan kita sudah sungguh merajalela. Apabila ini dibiarkan begitu saja maka tidak ada harapan bagi bangsa Indonesia Kedepannya

Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (UI) bekerjasama dengan BNN pada tahun 2014, adalah penyalah guna narkoba tertinggi adalah pekerja dengan persentase 50,34 persen, pelajar 27,32 persen dan pengangguran sebesar 22,34 persen.

Bagaimana seseorang bisa menjadi penyalahguna narkotika/ketergantungan? Pertama adalah faktor keturunan (DNA), kedua faktor lingkungan (keluarga, tetangga, sekolah, dan sosial), dan ketiga faktor kemudahan mendapatkan zat narkotika.

Peran Orang tua didalam mengtahui bahaya dan jenis-jenis Narkoba sangat di butuhkan didalam pencegahan dini sehingga Orang tua bisa mengarahkan anak mereka dan mendidik mereka menjadi generasi yang cerdas dan mandiri. Juga dibutuhkannya kerjas sama antara Orang Tua dan masyarakat, karena selain dirumah lingkungan anak juga perlu lah diawasi sehingga Orang Tua bisa membimbing mereka didalam bagaimana bermasyarakat yang baik

Masa Remaja ke Dewasa merupakan masa-masa dimana seorang anak akan mencari jati diri mereka, sehingga mereka memiliki rasa ingin tahu yang besar dan keinginan mereka untuk mendapatkan pengakuan oleh lingkungan sekitar semakin tinggi, maka dari itu mereka sangat mudah untuk dipengaruhi oleh lingkungan sekitar mereka. Dikarenakan rasa ingin tahu mereka yang tinggi maka mereka muda diiming-iming oleh sahabat dan kenalan mereka untuk mencoba Narkoba, dan disini lah peran Orang tua untuk mengawasi dan mengayomi mereka. Dengan mempelajari dan mendalami jenis bahaya Narkoba, orang tua dapat membantu anak memahami dan menjauhinya, Sekadar memberikan informasi atau gambaran mengenai narkoba seperti Narkoba merupakan  zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis  maupun semi sintetis serta bahayanya sangat membantu informasi anak untuk menjauhi Narkoba

(PS 2017)


Jumat, 1 Maret 2019

Pemakai Narkoba Lebih Terdapat Pada Remaja yang Kurang Memiliki Kegiatan

Contoh tipe remaja rentan menggunakan narkoba adalah remaja yang apa adanya, dan cepat puas dengan keadaannya sendiri, mereka biasanya muda berimajinasi, berkhayal pada dunia mereka sendiri. Remaja seperti ini rentan dikarenakan mereka memiliki kegiatan yang sedikit, sehingga mudah dipengarui oleh teman sepergaulan Penggunaan narkoba pada remaja dan pelajar semakin meresahkan.

Utama bagi para pelajar usia remaja rentang 15-18 tahun menyadari dan memahami ancaman penyalahgunaan narkoba. Ini dikarenakan pada usia ini para remaja apabila mereka tidak memiliki aktifitas mereka akan mudah dipengaruhi teman seusia mereka, terutama pada saat nongkrong, semakin mudah lah mereka diajak memakai Narkoba karena minimnya kegiatan, akan tidak salahnya mereka berpikir untuk mencoba Narkoba. Ini  semua merusak kesempatan mereka untuk berprestasi serta mereka juga merugikan diri sendiri dan juga keluarga. Karena itu perlunya remaja ini untuk memahami bahaya dan efek penyalahgunaan Narkoba tersebut. Peran serta orang tua dan lingkungan pun tidak terlepas dari ini semua, karena pada usia remaja yang rentan mereka membutuhkan perhatian dari orang tua.

Data yang dimiliki Badan Narkotika Nasional (BNN) bahkan mengatakan bahwa 22 persen pengguna penyalahgunaan narkoba adalah pelajar usia remaja. Membuktikan bahwa Narkoba pada usia remaja sudah memasuki titik berbahaya. Perlunya peran serta masyarakat untuk memberikan arahan pada remaja, dan mengikutsertakan mereka pada kegiatan bermasyarakat

(PS 2017)


Jumat, 1 Maret 2019

Faktor – Faktor Pemicu Utama Seorang Menggunakan Narkoba

Penyalahgunaan penggunaan Narkoba bisa didefinisikan sebagai pemakaian obat-obatan atau zat-zat berbahaya dengan tujuan bukan untuk pengobatan dan penelitian serta digunakan tanpa mengikuti aturan atau dosis yang benar. Dalam kondisi yang cukup wajar/sesuai dosis yang dianjurkan dalam dunia kedokteran saja maka penggunaan Narkoba secara terus-menerus akan mengakibatkan ketergantungan, depedensi, adiksi atau kecanduan.

Ada beberapa alasan utama yang dapat dikatakan sebagai “pemicu” seseorang dalam penyalahgunakan Narkoba. Faktor-faktor tersebut biasanya faktor diri, faktor ketersediaan Narkoba dan faktor lingkungan

Faktor Diri

  1. Keingintahuan yang besar untuk mencoba, tanpa sadar atau brfikir panjang tentang akibatnya di kemudian hari.
  2. Keinginan untuk mencoba-coba kerena penasaran.
  3. Keinginan untuk bersenang-senang.
  4. Keinginan untuk dapat diterima dalam satu kelompok (komunitas) atau lingkungan tertentu.
  5. Workaholic agar terus beraktivitas maka menggunakan stimulant (perangsang).
  6. Lari dari masalah, kebosanan, atau kegetiran hidup.
  7. Mengalami kelelahan dan menurunya semangat belajar.
  8. Menderita kecemasan dan kegetiran.
  9. Kecanduan merokok dan minuman keras. Dua hal ini merupakan gerbang ke arah penyalahgunaan Narkoba.
  10. Karena ingin menghibur diri dan menikmati hidup sepuas-puasnya.
  11. Upaya untuk menurunkan berat badan atau kegemukan dengan menggunakan obat penghilang rasa lapar yang berlebihan.
  12. Merasa tidak dapat perhatian, tidak diterima atau tidak disayangi, dalam lingkungan keluarga atau lingkungan pergaulan.

Faktor Ketersediaan Narkoba.

  1. Bisnis narkoba menjanjikan keuntugan yang besar
  2. Semakin mudahnya akses internet yang memberikan informasi pembuatan Bahan dasar narkoba
  3. Narkoba semakin mudah didapat dan dibeli.
  4. Masih banyak laboratorium gelap narkoba yang belum terungkap.
  5. Harga narkoba semakin murah dan dijangkau oleh daya beli masyarakat.
  6. Perdagangan narkoba dikendalikan oleh sindikat yagn kuat dan professional
  7. Narkoba semakin beragam dalam jenis, cara pemakaian, dan bentuk
  8. Sulit terungkapnya kejahatan computer dan pencucian uang yang bisa membantu bisnis perdagangan gelap Narkoba.
  9. Modus operandi Tindak pidana narkoba makin sulit diungkap aparat hukum.

Faktor Lingkungan

  1. Lingkungan sosial yang penuh persaingan dan ketidakpastian.
  2. Lingkungan pergaulan atau komunitas yang salah satu atau beberapa atau bahkan semua anggotanya menjadi penyalahguna atau pengedar gelap narkoba.
  3. Orang tua/keluarga yang super sibuk mencari uang/di luar rumah.
  4. Orang tua yang otoriter,
  5. Keluarga bermasalah atau broken home.
  6. Lingkungan keluarga yang kurang / tidak harmonis.
  7. Sering berkunjung ke tempat hiburan (cafe, diskotik, karaoke, dll.).
  8. Ayah, ibu atau keduanya atau saudara menjadi pengguna atau penyalahguna atau bahkan pengedar gelap nrkoba.
  9. Mempunyai banyak waktu luang, putus sekolah atau menganggur.
  10. Lingkungan keluarga di mana tidak ada kasih sayang, komunikasi, keterbukaan, perhatian, dan saling menghargai di antara anggotanya.
  11. Orang tua/keluarga yang permisif, tidak acuh, serba boleh, kurang/tanpa pengawasan.
  12. Kehidupan perkotaan yang hiruk pikuk, orang tidak dikenal secara pribadi, tidak ada hubungan primer, ketidakacuan, hilangnya pengawasan sosial dari masyarakat,kemacetan lalu lintas, kekumuhan, pelayanan public yang buruk, dan.tingginya tingkat kriminalitas.
  13. Kemiskinan, pengangguran, putus sekolah, dan keterlantaran.

( PS : 2017 )


Suara Masyarakat


DATA STATISTIK BNNP BENGKULU

0

Total Kasus Narkoba

0

Total Tersangka Kasus Narkoba

0

Total Pasien Penyalahgunaan

0

Jumlah Penggiat Anti Narkoba

0

Jumlah Sebaran Informasi